Permasalahan utama hama dan penyakit tanaman kehutanan lebih difokuskan pada pengenalan dan  apa yang menjadi sumber penyebab kerusakan tanaman. Pengenalan dan evaluasi ini bertujuan untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi pada tegakan tanaman kehutanan. Tindakan diagnosa dan identifikasi penyebab kerusakan tanaman merupakan langkah awal dalam pemilihan teknik pengendalian hama dan penyakit tanaman. Penyebab kerusakan tanaman oleh hama dan penyakit tanaman bersifat komplek karena dipengaruhi oleh faktor lain misalnya faktor lingkungan maupun dari kondisi tanaman inang.

Tindakan pencegahan untuk menekan kerusakan yang ditimbulkan oleh hama penyakit dilakukan dengan mencegah agar penyebab kerusakan tidak berkembang secara luas dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Kegiatan penelitian hama dan penyakit tanaman diperlukan dalam mengetahui, mengidentifikasi faktor penyebab kerusakan tanaman dan mencari teknik pengendalian yang tepat.

Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Banjarbaru sebagai institusi penelitian dan pengembangan kehutanan telah menghasilkan beberapa penelitian di bidang hama penyakit tanaman kehutanan. Informasi hasil-hasil penelitian tersebut diharapkan bermanfaat bagi para pelaku usaha kehutanan, penyuluh kehutanan dan masyarakat secara luas dalam menangani permasalahan hama dan penyakit.

Beberapa penelitian hama dan penyakit tanaman kehutanan yang dilakukan oleh BPK Banjarbaru adalah : Kanker cabang oleh Curvularia sp. pada tanaman Acacia auriculiformis, Karat daun oleh Atelocauda digitatapada tanamanAcacia mangium, Kanker batang oleh Botryodiplodia sp. pada tanamanEucalyptus teriticornis, Pink disease oleh Corticium salmonicolor  dan Ulat daun Eurema blandapada tanaman Paraserianthes falcataria, Ulat kantong Acanthopsyche sp. pada tanaman Shorea leprosula. Pengendalian Kutu loncat dengan ekstra mimba ,Belalang Catantops splendens, Ulat daun Ophiusa triphaenoides dan Leaf gall oleh Eulophidaepada tanamanShorea balangeran.

Bercak daun oleh Lasiodiplodia sp. dan Colletotrichum sp. pada tanamanDyera polyphylla, Ulat daun Asota plana Ulat daun Glyphodes militaris pada tanamanFicus variegata. Ulat daun Heortia vitessoides, Pengendalian H. vitessoides  dengan ekstrak daun dan biji mimba,  dengan ekstrak daun dan biji sirsak , dengan ekstrak daun dan biji suren, serta dengan ekstra daun birik untuk pengendalian Bacillus thuringiensis pada tanaman Aquilaria sp.  (Tanaman Penghasil Gaharu). Kumbang penggerek Xylosandrus sp. pada tanaman Swietenia macrophylla

Penelitian pengendalian hama dan penyakit di BPK Banjarbaru sebagian besar menggunakan bahan nabati. Pemilihan penggunaan pestisida nabati ini adalah bahan mudah diperoleh dan lebih ramah terhadap lingkungan. Penggunaan pestisida nabati diharapkan mampu mengendalikan kerusakan tanaman akibat hama dan penyakit dengan tetap mempertahankan keanekaragaman hayati di sekitarnya. Selain pengendalian hama dan penyakit, BPK Banjarbaru saat ini juga melakukan penelitian pencegahan hama dan penyakit melalui penerapan teknik silvikultur.

 

Written by :