Banjarbaru, BPK (3/11/2014);

Menjelang berakhirnya masa kerja ketua kelompok peneliti  (Kelti)  di Balai Peneltian Kehutanan (BPK) Banjarbaru, dilakukan acara pemilihan ketua kelti baru periode 2014-2017. Terpilih sebagai ketua kelti baru adalah Tri Wira Yuwati, S.Hut, M.Sc  sebagai ketua kelti budidaya hutan dan Muhammad Abdul Qirom, S.Hut, M.Si sebagai ketua kelti Manajemen Hutan.  Acara berlangsung di ruang rapat BPK Banjarbaru, Senin 3 Nopember (3/11/2014).

Kelti BPK banjarbaru periode 2014-2017 ini mengalami perubahan dari periode sebelumnya. “Pada periode 2011-2014, terdapat 3 (tiga) kelti yaitu budidaya hutan, perlindungan hutan dan sosial ekonomi kelembagaan. Sedangkan pada periode 2014-2017, terdapat 2 (dua) kelti yaitu manajemen hutan dan budidaya hutan”, papar Ir. Tjuk Sasmito Hadi, M,.Sc, kepala Balai BPK Banjarbaru.  Perubahan dilakukan dengan melihat jumlah SDM dan kepakaran dari peneliti-peneliti serta bidang penelitian yang dilakukan di BPK Banjarbaru.

Ketua kelti terpilih, Tri Wira Yuwati dan M. Abdul Qirom adalah peneliti muda di BPK Banjarbaru yang telah cukup lama berkecimpung dalam dunia penelitian. Tri Wira Yuwati memiliki kepakaran mikrobiologi, sedangkan M. Abdul Qirom memiliki kepakaran Biometrika Hutan.

“Saya sangat berterimakasih mendapatkan kepercayaan dari teman-teman untuk menjadi ketua kelti budidaya hutan” ungkap Triwira. Lebih lanjut Triwira mengemukakan akan berusaha menjaga amanah ini dan mengupayakan agar kelti budidaya  bisa menjadi lebih baik lagi. Beberapa program yang akan dijalankan diantaranya menghidupkan forum komunikasi kelti, dengan memperbanyak diskusi dan sharing informasi untuk peningkatan pengetahuan ilmiah peneliti. Selain itu juga akan menghidupkan pembinaan antara peneliti senior dan junior maupun antara peneliti teknisi supaya ada peningkatan kapasitas fungsional terutama untuk lingkup kelti budidaya hutan.

Hal serupa diungkapkan M. Abdul Qirom, ketua kelti Manajemen Hutan terpilih.”Saya berterimakasih atas penghargaan dan kepercayaan dari teman-teman dan BPK Banjarbaru” ujar M. Qirom. Qirom berharap kelti ini lebih berperan dalam kebijakan balai terutama peningkatan hasil dan kualitas penelitian, peningkatan sumber daya manusia (SDM) peneliti dan teknisi, peningkatan komunikasi antar fungsional dan non fungsional. Dengan demikian balai ini bukan hanya “dimiliki” oleh salah satu golongan tetapi semua yang ada di balai adalah milik kita semua. “Semoga Balai ini menjadi balai yang kompak, saling menghargai dan terdepan dalam penyediaan iptek kehutanan,” tandas Qirom .

Ketua kelti sendiri mempunyai peran yang sangat penting dalam suatu institusi litbang. Tugas ketua kelti antara lain : mengkoordinir penyusunan pelaksanaan, monitoring dan evaluasi penelitian maupun kajian lingkup kelti sesuai dengan kebijakan Kepala Badan;  menandatangi Proposal Penelitian Tim peneliti (PPTP), Rencana Penelitian Tingkat Peneliti (RPTP) dan Laporan Hasil Penelitian (LHP) setelah diperbaiki sesuai dengan saran-saran Tim Pakar; mengusulkan peneliti, calon peneliti, teknisi litkayasa dan calon teknisi litkayasa untuk menghadiri forum ilmiah/seminar yang relevan di bidang keahliannya; memberikan saran perbaikan  dan rekomendasi untuk artikel publikasi ataupun artikel bahan seminar/lokakarya yang disusun dan diajukan oleh peneliti dikeltinya; dan beberapa tugas lainnya.

Selamat kepada ketua kelti yang baru. Selamat bertugas, selamat menunaikan amanah baru dan semoga bisa membawa perubahan yang lebih baik pada BPK Banjarbaru. Salam rimbawan***(JND).

Written by :