BPK Banjarbaru (Banjarbaru, 27022015) Penggunaan Citra Radar Alos Palsar untuk menduga simpanan karbon menghasilkan dugaan yang cukup akurat. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengukur atau monitoring persediaan karbon pada tegakan hutan tanaman. Demikian disampaikan M. Abdul Qirom, M. Buce Saleh dan Budi Kuncahyo dalam Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol.9 No. 3  September 2012 Hal : 121 – 134.
Saat ini luas hutan tanaman di dunia diperkirakan telah mencapai lebih dari 130 juta ha, dengan laju pertambahan rata-rata mencapai 10,5 juta ha/tahun yang menyebar di 124 negara dengan potensi karbon mencapai 11,8 Pg (Penta gram). Teknologi perhitungan cadangan karbon yang akurat dengan biaya yang murah dan waktu yang cepat saat ini sangat diperlukan untuk mendukung upaya mitigasi dari hutan tanaman. Penggunaan teknologi penginderaan jarak jauh selama ini sudah banyak digunakan, namun  masih terkendala dengan kualitas citra optik yang jelek sehingga data tidak akurat.

Namun kini, kendala tersebut sekarang sudah dapat diatasi dengan penggunaan citra berbasis radar. “Kualitas citra optik sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pada saat peliputan seperti tutupan awan sehingga data yang dihasilkan kurang bagus.  Kekurangan ini dapat dihindarkan dengan menggunakan citra berbasis radar yang tidak terpengaruh oleh tutupan awan sehingga kualitas data yang digunakan lebih baik”, papar Qirom dalam jurnal tersebut. Salah satu citra berbasis radar yang bisa digunakan adalah citra radar alos palsar.

ALOS (Advanced Land Observing Satelite) adalah satelit yang mempunyai karakteristik unik untuk misi pemetaan. Satelit ALOS dilengkapi dengan tiga buah sensor penginderaan jauh dan subsistem pendukung misi untuk mencapai misi utama ALOS. Tiga buah sensor tersebut terdiri dari dua buah sensor optik yaitu sensor PRISM (Panchromatic Remote Sensing Instrument for Stereo Mapping) dan sensor AVNIR-2 (Advanced Visible and Near Infrared Radiometer type-2) serta sebuah sensor radar atau gelombang mikro yaitu PALSAR (Phased Array type L-band Syntetic Aperture Radar). PALSAR menggunakan gelombang mikroaktif sehingga dapat melakukan observasi siang dan malam tanpa terpengaruh kondisi cuaca

Penelitian ini dilakukan di PT. Inhutani II Unit Semaras Kalimantan Selatan yang mengembangkan jenis tanaman Acacia mangium dengan jarak tanam 3×3 m dan telah memasuki rotasi ke-dua.  Lokasi penelitian mempunyai kualitas tapak yang cukup baik pada level sedang.

“Metode yang kami gunakan adalah melakukan inventarisasi persediaan karbon secara langsung yakni pembuatan plot pengukuran sebanyak 69 plot dengan luas masing-masing plot seluas 0,1 Ha tersebar pada beberapa umur. Hasil inventarisasi tersebut digunakan untuk membentuk hubungan dengan nilai polarisasi dari citra Alos Palsar”, papar Qirom. Lebih lanjut, Qirom memaparkan bahwa pendugaan simpanan karbon dengan aplikasi teknologi penginderaan jarak jauh merupakan analisis lanjutan setelah pada citra tersebut dilakukan sejumlah proses analisis citra.

Penggunaan Citra Radar Alos Palsar Akurat dalam Mengukur Simpanan Karbon Hutan Tanaman Peta Sebaran Simpanan Karbon Areal PT. Inhutani II Kalimantan Selatan (Sumber : Qirom)

 

Dari hasil inventarisasi langsung di lapangan diketahui pada umur 1-9 tahun potensi simpanan karbon total per Ha di hutan tanaman A. mangium berkisar antara 35,48 -51,01 ton/ha dengan rata-rata 43,24 ton/ha. Setelah melalui  proses analisa data yang cukup rumit dan panjang, akhirnya diperoleh persamaan alometrik untuk menghitung simpanan karbon menggunakan citra alos palsar dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Potensi sebaran simpanan karbon total terbesar berdasarkan aplikasi citra Alos Palsar yakni berkisar antara 40 – 80 ton/Ha.

Hasil penelitian Qirom, Saleh dan Kuncahyo ini berhasil menunjukkan bahwa penggunaan penginderaan jauh dengan perangkat citra alos palsar bisa digunakan untuk mengukur atau monitoring potensi cadangan karbon dengan hasil yang akurat dan cepat. “Penggunaan penginderaan jauh citra alos palsar mampu mendukung upaya hutan tanaman menjadi salah satu opsi mitigasi dalam mengurangi kenaikan karbon dioksida dan perubahan iklim global”, papar Qirom (JND) ***.

.Hubungi lebih lanjut :

Muhammad Abdul Qirom

Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Banjarbaru

URL  : http:// foreibanjarbaru.or.id

Jl.  A. Yani  km. 28,7 Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Telp /Fax : (0511) 4707872 / (0511) 4707872

Written by :