20150414_091457[1]

BPK BJB, 14/04/2015.  Seratus enam puluh tujuh mahasiswa kehutanan Universitas  Lambung Mangkurat (UNLAM) hari selasa (14 April 2015) melakukan praktek mata kuliah Perlindungan Hutan di Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru. Turut serta mendampingi mereka 4 orang dosen mata kuliah tersebut , mantan menristek Prof Dr. Ir. Gusti Hatta dan 3 orang teknisi.

Rombongan Unlam diterima Kabalai di depan laboratorium BPK Banjarbaru. Kepala Balai  BPK Banjarbaru, Ir. Tjuk Sasmito Hadi, M.Sc dalam sambutannya memberi gambaran kepada mahasiswa masalah kehutanan yang sedang dihadapi. Beliau juga menjelaskan  prospek pekerjaan kehutanan di masa datang yang nantinya menjadi tugas dari rimbawan. Mengakhiri sambutannya Kabalai mengajak mahasiswa untuk selalu tekun belajar, mencintai lingkungan dan turut aktif dalam upaya peneyelamatan lingkungan.

Setelah sambutan Kabalai, Mantan Menretistek yang asli orang banua, Prof. Dr. Ir Gusti Hatta, didaulat untuk memberikan sekapur sirih pengantar. Beliau mengucapkan terimkasih atas sambutan balai dalam menerima mahasiswa Unlam. Beliau menghimbau agar mahasiwa kehutanan mengikuti praktek perlindungan hutan dengan tekun dan belajar kepada para pakar BPK Banjarbaru masalah perlindungan hutan. Harapannya para mahasiswa menjadi generasi penerus untuk menjaga dan melestarikan hutan.

Dr. Acep Akbar, MP, peneliti senior BPK Banjarbaru mengawali kegiatan praktek ini dengan memberikan pandangan sekilas mengenai perlindungan hutan. Setelah paparan dari Dr. Acep Akbar, untuk mengefektikan kegiatan praktek ini, mahasiswa dibagi menjadi 3 kelompok sesuai dengan materi yang akan dipraktekan. Masing-masing materi dipraktekkan selama 1 jam. Jadi 3 kelompok tersebut saling rolling setiap 1 jam. Adapun materi yang dipraktekkan adalah pengendalian kebakaran hutan, pengendalian hama penyakit dan penanganan konflik.   Materi Pengendalian kebakaran hutan disampaikan oleh Dr. Acep Akbar.  Materi penelitian konflik kehutanan oleh Marinus Kristiadi Harun, S. Hut, M. Si, sedangkan materi diagnosa hama penyakit oleh Benny Rahmanto, S. Hut dan Fajar Lestari, S. Hut.

Praktek  pengendalian kebakaran hutan dibagi menjadi dua, yang pertama penelitian pencegahan kebakaran hutan.  Praktek yan gdilakukan dalam pencegahan kebakaran ini adalah mengukur parameter penelitian kebakaran hutan. Parameter yang diukur antara lain : temperatur dan kelembaban dengan alat ukur thermohigrometer, panasnya api dengan alat ukur termometer inframerah, kadar air bahan bakar dengan alat ukur mosturemeter, intensitas cahaya degan lightmeter dan kecepatan angin dengan anemometer. Parameter tersebut diukur dalam Early Warning System (EWS) dan mengetahui dampak emisi karbon jika hutan terbakar. Yang kedua pemadaman kebakaran hutan, para   mahasiswa diperkenalkan peralatan tangan sederhana untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Hama dan Penyakit tanaman hutan yang disampaikan oleh dua peneliti yaitu Fajar lestari, S.Hut dan Beny Rahmanto,S.Hut dilaksanakan di dua tempat, yaitu di persemaian dan di arboretum BPK Banjarbaru. Mahasiswa diajak mengenali tanda dan gejala hama penyakit pada bibit tanaman di persemaian, dan  penyebabnya. Demikian juga di arboretum,  mahasiswa diajak mengenali tanda dan gejala hama penyakit juga namun pada tanaman/pohon. Tanaman yang diteliti adalah jenis alaban, mahon, mersawa ,  dan tanaman penghasil gaharu.  Ada tambahan praktek yang dilakukan di arboretum yaitu pengenalan perangkap serangga (Light Trap)

Konflik Lahan dan Sosial kemasyarakatan hutan disampaikan oleh Marinus K Harun, Msi dimana para mahasiswa di ajak berdiskusi dan memahami  penelitian konflik kehutanan. Di dalamnya dibahas tentang pengertian konflik, teori konflik sumberdaya alam, alat bantu analisis konflik dan perumusan masalah konflik kehutanan.  Selain itu dibahas juga rancangan penelitian konflik, teknik analis data dan contoh penelitian konflik dengan contoh kasus di KHDTK Riam Kiwa dan KPHP model Banjar.

Lelah bercampur keceriaan di wajah para mahasiswa ketika acara praktek diakhiri dengan demonstrasi penggunaan alat sederhana pemadam kebakaran, seperti kepyok, kapak, garu, dan pompa punggung jufa oleh Dr. Acep Akbar, MP. Dengan serius mereka mencermati cara penggunaan alat-alat yang dijelaskan oleh Acep Akbar. Alat-alat tersebut akan dipraktekkan pada praktium perlindungan hutan lanjutan di KHDTK Riam Kiwa.

Akhinya praktikum berakhir pada pukul 12.30 wita. Para mahasiswa dengan lahap menikmati hidangan makan siang yang sudah disiapkan. Ada yang duduk dibawah pohon, di parkiran , dihalaman perpustakaan dan lain-lain.

Written by :