Oleh : Fajar Lestari

Apa itu insektisida nabati ?

Bahan kimia yang terkandung pada tumbuhan penting sebagai alat pertahanan dari srangan organisme pengganggu. Bahan kimia yang terkandung biasa disebut sebagai metabolit sekunder yang berupa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan lain-lain. Metabolit sekunder tersebut bentuknya unik, berbeda-beda antara spesies satu dengan spesies lainnya. Metabolit tersebut dapat digunakan sebagai obat atau bahan untuk membuat obat, pestisida dan insektisida. Jadi insektisida nabati adalah insektisida yang dibuat dari senyawa metabolit sekunder tersebut.

 

Cara membuat insektisida nabati ?

Pertama kita ambil  bagian tumbuhan yang telah diekstraksi dengan menggunakan air sebagai pelarutnya (Gambar 3 & 4). Bagian tanaman yang kita ambil  dapat berupa daun, bunga, buah, kulit, biji ataupun  akar tersebut kita ekstraksi dengan menggunakan belnder. Kemudian saring ekstraksi dengan menggunakan kain kasa kemudian disimpan dalam botol. Sangat mudah bukan

Gambar 1. Daun dan akar penghasil insektisida nabati

Gambar 2. Proses ekstraksi dengan blender

Berikut bagan dalam pembuatan insektida nabati

1

Gambar 3. Pembuatan ekstrak yang berasal dari buah/biji

2

Gambar 4. Pembuatan ekstrak yang berasal dari daun tumbuhan

 

Beberapa keuntungan/ kelebihan penggunaan insektisida nabati (Gerrits dan Van Latum, 1988) dalam Sastrosiswojo (2002) adalah :

1.      Mempunyai cara kerja yang unik, yaitu tidak meracuni.

2.      Mudah teruarai di alam dan residunya mudah hilang, sehingga tidak mencemari lingkungan serta relative aman bagi manusia dan hewan peliharaan.

3.      Penggunaannya dalam jumlah (dosis) yang kecil atau rendah.

4.      Mudah diperoleh di alam.

5.      Pembuatannya relatif mudah dan secara sosial – ekonomi penggunaannya menguntungkan bagi petani kecil.

 

 

Daftar Pustaka

Kardinan, A. 1999. Pestisida Nabati, Ramuan dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sastrosiswojo, S. 2002. Kajian Sosial Ekonomi dan Budaya Penggunaan Biopestisida di Indonesia. Makalah pada Lokakarya Keanekaragaman Hayati Untuk Perlindungan Tanaman, Yogyakarta, Tanggal 7 Agustus 2002.

Zuraida, Saptadi, A. sukito, N. Wahyuni. 2010. Sintesa Hasil Penelitian Biofarmaka di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat. Bogor.

Written by :