Rencana Pengelolaan dan SOP Kebakaran untuk Pengelolaan KHDTK yang Lebih Baik

Komentar Dinonaktifkan pada Rencana Pengelolaan dan SOP Kebakaran untuk Pengelolaan KHDTK yang Lebih Baik 107

IMG-20160302-WA001Banjarbaru (29/02/2015).
Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) merupakan kawasan hutan untuk keperluan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan serta kepentingan religi dan budaya setempat, sesuai dengan UU No 41 Tahun 1999 dengan tanpa mengubah fungsi kawasan dimaksud. Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Banjarbaru, mendapat amanat untuk mengelola 4 KHDTK yaitu KHDTK Kintap, KHDTK Tumbang Nusa, KHDTK Rantau dan KHDTK Riam Kiwa.  Masing-masing KHDTK  mempunyai sejarah, karakteristik areal dan kondisi yang  beragam. Sebagai wadah kegiatan riset dan aplikasi lapangan, maka  perlu disusun Rencana Pengelolaan (RP) dan Standar Operasioanal Prosedur (SOP) dalam penanganan kebakarannya. Tujuannya adalah agar pengelolaan KHDTK dapat lebih baik dalam jangka panjang, menengah maupun jangka pendek. Demikian juga dengan antisipasi dan penanganan terhadap kebakaran. Hal tersebut disampaikan  oleh Kasie Sarana dan Prasarana (SP), Ir. H. S. Faidil, MP saat pembukaan rapat pembahasan RP dan SOP penanganan kebakaran di KHDTK, Senin tanggal 29 Februari 2016.

Terkait RP KHDTK, maka Rencana Kegiatan Non Penelitian (RKNP) KHDTK mengacu pada RP yang telah dibuat dan perencanaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Pengalaman bencana kebakaran tahun 2015 yang terjadi pada beberapa KHDTK, dapat menjadi pelajaran berharga untuk dievaluasi dan diperbaiki.   “Penyusunan RP KHDTK hendaknya dilakukan secara sedehana, mudah dipahami dan dilaksanakan,”  demikian kata Faidil.

Penyusunan visi-misi KHDTK hendaknya dilakukan lebih realistis dan yang dapat dicapai pada tahun tertentu. Demikian juga halnya dalam RP KHDTK  perlu dilakukan penataan areal yang ditujukan untuk riset dan pengembangan, kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan masyarakat.   Gambarannya seperti kegiatan pada pengelolaan Taman Nasional (TN) yang mencakup kegiatan edukasi, konservasi-pelestarian alam, dll. Demikian arahan yang disampaikan  oleh Kepala BPK Banjarbaru, Ir. Tjuk Sasmito Hadi, MSc.

Selain itu, menurut Tjuk, dalam penanganan kebakaran perlu disusun Fire plan dan Fire Managemen Plan. “Lokasi atau petak mana saja yang rawan kebakaran, bahan bakarnya apa, alat-alatnya apa, regu pemadamnya bagaimana, patroli yang dilakukan dimana dan kapan dsb, perlu untuk diketahui” kata Tjuk . Lebih lanjut Tjuk mengingatkan, bahwa setiap pengelola KHDTK harus menyusun dan menyiapkan alokasi kegiatan untuk antisipasi dan penanganan kebakaran, sebelum, saat kebakaran dan setelah kebakaran. Prinsipnya dalam strategi penanganan kebakaran ada 2 yaitu, mencegah api dan melawan api.  “Untuk mencegah api jangan ada bahan bakar, atau dengan kata lain mereduksi bahan bakar dan untuk melawan api yaitu berkaitan dengan orang yaitu regu pemadam, ketersediaan air dan peralatan yang digunakan”, Imbuh Tjuk.

Dalam diskusi yang berkembang dibahas  outline penyusunan RP KHDTK yang mencakup, sejarah pengelolaan, kondisi areal, kondisi biofisik, biodiversitas, kondisi saat ini, penataan areal, kegiatan riset, kerjasama, promosi, dan pemanfaatan. Selain itu dibahas juga kesiapan regu pemadam dan peralatan kebakaran yang ada saat ini. Rapat yang dilaksanakan di aula kantor BPK Banjarbaru dihadiri oleh oleh pejabat struktural,  terdiri dari Kasie Program dan Evaluasi (P&E) Kasie Data Informasi dan Kerjasama (DIK) pengelola KHDTK dan peneliti. Rapat diakhiri dengan kesepakatan untuk segera menyusun RP KHDTK bersama tim yang ditunjuk sesuai dengan arahan dan sistematikayang telah disepakati. (Pbs).

 

admin

Share a little biographical information to fill out your profile. This may be shown publicly.

View all contributions by admin

Website: http://foreibanjarbaru.or.id