BPK Banjarbaru (Banjarbaru 17/03/16). Madu kelulut adalah  madu yang dihasilkan dari lebah kelulut atau dikenal juga dengan lebah Trigona. Madu ini sudah dikenal dengan berbagai manfaatnya untuk kesehatan. Permintaan madu yang besar, menjadikan budidaya madu merupakan suatu usaha yang cukup menjanjikan. Melihat prospek ini, tim pengelola Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Rantau melakukan inisiatif untuk budidaya madu kelulut. Budidaya madu kelulut di KHDTK Rantau dilakukan sejak bulan Oktober 2015. “Modal awal untuk budidaya madu kelulut diperoleh dari dana DIPA dan Koperasi Wana Usaha, BPK Banjarbaru,”kata Beny Rahmanto, peneliti yang juga ikut terlibat dalam tim pengelola KHDTK Rantau.

“Saat ini terdapat 10 sarang madu kelulut di sekitar camp KHDTK Rantau yang diletakkan di halaman Camp KHDTK”, jelas Beny. Pemilihan lokasi di sekitar Camp KHDTK dilakukan karena di sekitar camp banyak  terdapat tanaman buah-buahan sehingga pakan untuk lebah akan tercukupi.

Budidaya madu kelulut di KHDTK Rantau masih dilakukan dalam skala kecil. “Secara jangka panjang, budidaya madu kelulut di KHDTK Rantau diharapkan bisa menyejahterkan masyarakat dan kelompok tani di sekitar KHDTK Rantau,” ujar Edi Suryanto, selaku pengelola KHDTK Rantau. Dengan jumlah sarang yang ada saat ini, hasil madu dikemas dalam botol dan dijual kepada karyawan di Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru. Madu kelulut murni dari KHDTK Rantau dibanderol dengan harga Rp 65.000 per botol dengan ukuran 100 ml.

Melakukan budidaya lebah Kelulut ini tak mulus. “Beberapa sarang kemasukan air hujan dan diserang hama semut, sehingga lebah kelulut meninggalkan sarangnya,” ungkap Beny. Meskipun ada beberapa hambatan yang  muncul, kondisi ini tak serta merta menghalangi niat pengelola KHDTK Rantau untuk berhenti di sini saja membudidayakan lebah kelulut.

“Dalam waktu dekat, kami berencana untuk memperbanyak koloni lebah dan penanaman tanaman pakan lebah,” Beny menambahkan. Jumlah koloni yang bertambah diharapkan bisa berkontribusi meningkatkan produksi madu sehingga akan lebih banyak masyarakat di sekitar KHDTK terlibat dalam melakukan pengusahaan lebah kelulut. (saf)

Written by :