Banjarbaru, (21/3/2016).  Duta lingkungan SDIT Robbani Banjarbaru pada hari senin, 21 Maret 2016 mengunjungi kantor BPK Banjarbaru. Maksud kunjungan ini untuk belajar pengenalan pohon jenis asli Kalimantan dan cara membuat tanaman. Dua puluh orang siswa kelas empat dan enam yang menjadi duta lingkungan beserta 3 orang guru pendamping dan 1 orang perwakilan dari Forum Silahturahmi  Orang Tua Guru (FSOG)  diterima Kasie Sarana Penelitian, Ir. Sukhyar Faidil, MP di halaman gedung kantor BPK Banjarbaru.  Dalam sambutannya, Kasie SP yang mewakili Kepala Balai BPK Banjarbaru menyambut gembira kunjungan tersebut. Beliau menyatakan pentingnya menanamkan cinta lingkungan kepada anak-anak sejak dini.

Acara dilanjutkan dengan materi pengenalan pohon oleh Rudy Supriady S. Hut. Sebelum berjalan-jalan mengelilingi arboretum kantor, anak-anak diajari cara memakai lotion anti nyamuk, untuk mencegah supaya tidak terganggu nyamuk di hutan.  Pak Rudy menjelaskan berbagai jenis pohon asli Kalimantan yang ditanam di sekitar arboretum, nama latinnya dan ciri khususnya. “Ini jenis ulin” kata Rudy . “Ulin ini mempuyai ciri khas  daunnya berwarna hijau kemerahan” lanjut Rudy. “Ulin mempunyai riap pertumbuhan yang lambat” imbuh Rudy. Anak-anak mendengarkan penjelasan Rudy dengan antusias. Mereka mencatat informasi yang mereka peroleh di buku catatannya. Setalah kurang lebih satu jam berkeliling arboretum, acara dilanjutkan dengan materi pembuatan tanaman.

Materi pembuatan tanaman disampaikan oleh Budi Hermawan, S. Hut dan Arif Susianto, S. Hut. Arif Susaianto menjelaskan bagaimana cara tanaman diberbanyak. Tanaman dapat diberbanyak dengan bijinya. Tahapan pembuatan tanaman dimulai dengan menyemaikan biji tersebut di bak tabur.  Setelah keluar akar dan tunasnya, tanaman sudah siap disapih atau dipindah ke polybag. Media untuk polybag untuk tanaman lahan kering berupa campuran tanah, sekam dan pasir, sedangkan untuk tanaman rawa  medianya campuran sekam dan gambut. Bibit siap ditanam di lapangan setelah bibit tanaman berumur 6 bulan. Budi Hermawan S. Hut menjelaskan cara pembuatan tanaman secara vegetative dengan metode stek pucuk. Budi memperagakan cara membuat stek pucuk kepada anak-anak. “Yang bisa digunakan untuk stek adalah pucuk tanaman” ujar Budi. “Daun disisakan 3 helai dan dipotong sebagian daunnya” lanjut Budi. Tujuan pemotongan daun untuk mengurangi penguapan. Selanjutnya stek ditancapkan pada polybag. “Nanti dari pangkal stek ini akan keluar akar” jelas Budi.

Acara dilanjutkan dengan penanaman di halaman arboretum. Empat lubang tanam sudah disiapkan oleh panitia. Anak-anak diajarkan  cara menanam yang benar dan sebagian mencoba mempraktekannya. Walaupun hari  panas, anak-anak dengan semangat menanam tanaman yang telah disiapkan.

Kegiatan kunjungan duta lingkungan SDIT Robbani dilanjutkan dengan penutupan di aula kantor BP2LHK. Sebagai umpan balik pemberian materi tadi, diadakan kuis dengan hadiah tas souvenir balai. Anak-anak dengan semangat mendengarkan pertanyaan yang diajukan. Mereka berebut untuk melambaikan tangan untuk menjawabnya. Selain kuis, ada penarikan doorprize dengan hadiah souvenir balai berupa payung dan kalender. Acara ditutup oleh Kasie DIK, Winingtyas Wardani, pada pukul 12.30. Pihak SDIT Robbani dan FSOG memberikan kenang-kenangan berupa sertifikat ucapan terima kasih dan parcel.

Written by :