BESAR

Luasnya hanya 180 ha, untuk ukuran sebuah KHDTK tentu sangat kecil, apalagi bila dibandingkan dengan KHDTK Tumbang Nusa di lahan gambut yang luasnya mencapai 5.000 Ha. Namun KHDTK Rantau menyimpan banyak potensi keanekaragaman hayatinya. Berdasarkan SK Menhut No. 177/Menhut-II/2005 pada tanggal 29 Juni 2005, hutan penelitian Rantau telah ditunjuk dan disahkan menjadi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus dengan luas 180 ha dalam kawasan hutan produksi tetap yang secara adminitratif wilayah berada di Desa Bramban Kecamatan Piani, Desa Bitahan Baru Kecamatan Lokpaikat dan Desa Kelumpang Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.

 

 

IMG_2216

Menurut penjelasan Edi Suryanto, Pengelola KHDTK Rantau, berdasarkan hasil identifikasi sementara diperoleh 146 jenis tumbuhan yang terdiri dari 11 jenis anggrek, 55 jenis tumbuhan obat dan 80 jenis tumbuhan berguna lainnya yang ada di KHDTK Rantau. Selain itu KHDTK Rantau juga menyimpan potensi lain diantaranya potensi sumber air. Di KHDTK Rantau telah teridentifikasi 4 (empat) buah sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun dan mengalir sampai ke sungai Tapin.

Potensi fauna KHDTK Rantau yang telah diidentifikasi diantaranya 6 (enam) jenis katak yang cukup unik serta berbagai reptil, 41 jenis burung dan 4 diantaranya termasuk jenis burung yang dilindungi. Berdasarkan hasil penelitian, potensi simpanan karbon di KHDTK Rantau sebesar 313,7 ton/ha dengan potensi serapan CO2 sebesar 207,058 ton atau setara dengan 74 milyar rupiah. KHDTK Rantau juga berpotensi sebagai bank gen dari berbagai plasma nutfah. Berbagai potensi di atas baru sebagian kecil karena survei yang dilakukan masih bersifat global dengan intensitas rendah sehingga masih harus diteruskan dan lebih fokus di tahun-tahun mendatang. ”Survei potensi terhadap makro fauna tanah dan mikroba, termasuk yang perlu dilakukan” papar Edi.

 

 

 

 

Namun, banyak hal yang harus diperhatikan, terkait konflik kepentingan penggunaan lahan di KHDTK Rantau. Di dalam dan sekitar KHDTK Rantau banyak terdapat kebun karet milik masyarakat.DSC07503 - Copy Selain itu kawasan KHDTK Rantau juga berbatasan langsung dengan perusahaan pertambangan batubara PT. Energi Batubara Lestari (PT. EBL). Potensi tekanan terhadap eksistensi KHDTK Rantau akan tetap ada dan dapat terjadi kapan saja. Potensi konflik di areal ini perlu terus diwaspadai karena selain potensi batu bara yang terkandung di dalamnya, juga karena areal ini berbatasan di tiga desa dan tiga kecamatan. Banyak kepentingan antar masyarakat dan pemerintah daerah (desa dan camat) yang perlu diperhitungkan. ”Untuk itu upaya pendekatan dan pemberdayaan masyarakat sekitar harus terus dilakukan” tegas Edi Suryanto .

Sadar dengan potensi konflik tersebut, Edi suryanto sebagai pengelola KHDTK Rantau sering melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar dengan membuat kegiatan sosialisasi keberadaan KHDTK Rantau yang dikemas dalam paket kegiatan advis teknis. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat merasakan ada peran BPK Banjarbaru sebagai institusi penggelola KHDTK Rantau dalam memberikan paket informasi dan teknologi di bidang kehutanan khususnya kepada masyarakat sekitar kawasan KHDTK. Advis teknis yang telah diberikan antara lain Budidaya tanaman Gulinggang dan pengolahan arang kayu serta budidaya lebah madu.

Penasaran dengan KHDTK Rantau, mari berkunjung ke KHDTK kami, sebelum anda melihat hijaunya hutan dengan berbagai potensi di atas, sebelumnya anda akan disuguhi pemandangan yang sangat mengerikan, yaitu lubang dalam mengawah, dengan truk truk besar pengangkut batubara yang nampak kecil bila kita lihat dari atas. Semoga dengan upaya yang tanpa kenal lelah dari para rimbawan dan masyarakat sekitar KHDTK Rantau akan tetap lestari karena telah terbukti memberikan banyak potensi untuk masyarakat sekitarnya. (FZH)

Written by :