IMG-20160427-WA001BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru 12/04/16). Pemanfaatan sumberdaya dari hutan sebagai bahan baku obat saat ini semakin ditekankan terlebih lagi dengan pola hidup “Back to Nature” yang kini semakin banyak dicanangkan. Menanggapi tantangan itu, 9 orang peneliti BP2LHK Banjarbaru mengikuti Pelatihan Pembuatan Ekstrak Terstandar dan Standardisasi Ekstrak Bahan Alam.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari ini (19-20 April 2016), diikuti oleh kurang lebih 55 peserta berasal dari kalangan peneliti, akademisi, serta praktisi Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT), Guru, Mahasiswa, serta Masyarakat Umum.

Selama pelatihan peserta mendapatkan materi tentang pembuatan ekstrak bahan alam terstandar, standardisasi ekstrak parameter spesifik dan non-spesifik, serta teknik deteksi senyawa kimia dari bahan alam secara kimia maupun fisika. Pada hari pertama, Materi disampaikan oleh dosen jurusan farmasi FMIPA Unlam yakni Dr.Sutomo, Msi, Apt dan Dr. Arnida , M.Si, Apt. Hari kedua pelatihan diisi oleh Dr.rer. Nat Yosi Bayu Murti dari Fakultas Farmasi UGM yang memberikan materi tentang deteksi senyawa bahan alam melalui teknik Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Tak hanya melulu diberikan materi, pada pelatihan ini peserta juga melakukan praktik langsung di laboratorium.

Meskipun materi yang diberikan selama pelatihan ini spesifik ke bidang kimia dan farmasi, namun peserta dapat dengan mudah mudah mengerti tentang topik yang diajarkan. “Pemberian materi dilakukan dengan sangat baik. Kami yang merupakan peserta dengan latar belakang pendidikan non-farmasi dapat dengan mudah mengikuti kegiatan pelatihan,” ujar Reni salah satu peneliti dari BP2LHK Banjarbaru yang mengikuti pelatihan ini.

Bagi peneliti-peneliti di BP2LHK Banjarbaru, pelatihan ini sangat dirasakan manfaatanya. “Banyak bahan alam potensial yang terdapat di hutan yang belum diketahui manfaatnnya. Pelatihan ini bisa membantu saya mengembangkan penelitian dalam pemanfaatan hasil hutan terutama hasil hutan bukan kayu dari hutan tropis kita,” kata Wawan Halwany, S.Hut, M.Sc yang juga merupakan peneliti di BP2LHK.

Hasil dari penelitian ini dirasakan sangat luas manfaatnya. “Pelatihan ini tak hanya semata memberikan pemahaman baru kepada peserta, namun diharapkan bisa menjadi wadah interaksi bagi berbagai kalangan baiK itu akademisi, peneliti, praktisi dan mahasiswa untuk menjalin kerjasama penelitian atau bahkan pengembangan bahan alam untuk berbagai produk,” ujar Dr.Acep Akbar yang mewakili peserta saat memberikan kesan pesan pada saat penutupan kegiatan. (Saf).

IMG-20160427-WA003 IMG-20160427-WA002 IMG-20160427-WA000

Written by :