Karakteristik Sisa Tebangan Tegakan Gemor (Nothaphoebe Coriacea Kosterm.)

Oleh : Purwanto B. Santosa

ABSTRAK

Gemor (Nothaphoebe coriacea Kosterm.) sudah lama menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat di Kalimantan Tengah. Sampai saat ini, masyarakat masih mengandalkan keberadaan jenis ini secara alami dengan memanen tegakan gemor yang berada di alam dengan cara ekstraktif (menebang tegakannya dan selanjutnya mengambil kulitnya).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tunggak dan trubusan pasca tebangan yang dilakukan untuk memperoleh kulit gemor. Penelitian ini dilakukan pada areal Taman Nasional Sebangau yang dilakukan dengan cara purposive sampling dengan mengukur dimensi sisa tunggak habis tebangan dan trubusan gemor di lapangan.
Pemanenan gemor yang dilakukan masyarakat menunjukkan tidak seragamnya penebangan yang dilakukan oleh pencari gemor yaitu tinggi tunggak gemor 42,3 cm, diameter 12,2 cm.Setelah 10 bulan pasca tebangan menunjukkan terdapat rata-rata 4 buah trubusan dan tidak terdapat korelasi antara trubusan dan dimensi tunggaknya.

Download