Kondisi Cagar Alam Selat sebuku Pasca Aktivitas Pembukaan Tambak

Oleh : Eko Priyanto dan Wawan Halwany

ABSTRAK

Cagar Alam Selat Sebuku merupakan kawasan lindung yang bertipe ekosistem hutan mangrove dan hutan dataran rendah yang unik dan memiliki berbagai jenis fauna yang dilindungi serta flora khas hutan mangrove dan hutan dataran rendah. Kondisi CA Selat Sebuku mengalami tekanan, khususnya terhadap ekosistem hutan mangrove yang banyak mengalami gangguan diantaranya pembukaan hutan mangrove untuk pembuatan tambak udang dan bandeng. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan pengecekan kelapangan untuk mengetahui kondisi hutan mangrove yang mengalami gangguan serta dilakukannya kegiatan inventarisasi keanekaragaman hayati yang ada untuk mengetahui seberapa besar potensi tumbuhan, permudaan alam, dan tingkat kerusakan ekosistem mangrove di CA Selat Sebuku. Metode pengamatan yang digunakan yaitu melakukan ground check berdasarkan foto udara (tahun 2007) serta melakukan analisis vegetasi untuk menghitung potensi tumbuhannya serta keanekaragaman jenis. Hasil ground check menggambarkan bahwa semua areal yang terbuka yang sebelumnya merupakan hutan mangrove disebabkan oleh adanya aktivitas pembukaan hutan mangrove untuk pembuatan tambak, namun saat ini tambak-tambak tersebut telah ditinggalkan. Berdasarkan kegiatan analisis vegetasi menunjukkan potensi permudaan alam area tambak sangat sedikit, adanya guludan serta pintu air ditambak yang belum dibuka diduga telah menghambat masuknya air pasang masuk sehingga tanah pada bekas tambak sangat kering dan pecah-pecah serta berdampak menghalangi penyebaran biji mangrove melaui arus air ke area tambak dari tegakan mangrove di sekitarnya sehingga proses restorasi alami menjadi terhambat.

Download –> HUBUNGI ADMIN