Prospek Dan Rantai Pemasaran Limbah Tebangan Ulin (Eusideroxylon zwagery) Di Kintap

Oleh : Edi Suryanto

ABSTRAK

Saat ini tegakan ulin sudah sulit didapat karena keberadaan tegakan ulin di dalam kawasan hutan produksi sudah sangat jarang bahkan di dalam kawasan hutan lindung pun pohon ulin dijarah masyarakat. Semakin sulitnya memperoleh tegakan ulin inilah yang mengakibatkan perburuan kayu ulin mengarah kepada limbah sisa tebangan, seperti halnya di Kintap, dimana masyarakat sekitar hutan mengambil limbah sisa tebangan di areal eks PT. Hutan Kintap.
Limbah tebangan ulin merupakan sisa dari kegiatan penebangan/pembalakan pohon ulin baik berupa tunggak maupun potongan dan belahan kayu hasil pembalakan. Untuk potongan maupun belahan kayu yang berbentuk busur seperempat lingkaran dengan panjang tidak tertentu disebut sebagai sebitan. Sedangkan untuk tunggak umumnya dilakukan pengolahan ulang yaitu penggalian tunggak yang kemudian dipotong dan dibelah menjadi balok-balok kayu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek dan rantai pemasaran limbah tebangan ulin yang ada di Kintap Tanah Laut. Hasil penelitian diperoleh bahwa harga limbah sebitan ulin cukup tinggi dan penjualannya mudah karena dapat dilakukan pada berbagai level baik dari tingkat pengumpul desa sampai ke pengumpul besar. Sedangkan rantai pemasaran.

Download –> HUBUNGI ADMIN

Written by : and