Potensi Komunitas Mahang (Macaranga spp) Di KHDK Kintap Untuk Dijadikan Tegakan Benih

Oleh : Edi Suryanto

ABSTRAK

Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembangunan hutan tanaman adalah penggunaan benih bermutu. Masalah utama penggunaan benih bermutu adalah keterbatasan sumber benih, baik dalam jumlah, rekomendasi, pembangunan maupun evaluasi. Berkaitan dengan masalah ini di Kintap terdapat Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus yang didominasi oleh belukar mahang yang diduga memiliki potensi sebagai penghasil benih mahang, namun sejauh mana potensi dari tegakan jenis ini dalam menghasilkan benih dilakukanlah penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui potensinya dijadikan tegakan benih di KHDTK Kintap. Metode pengumpulan data komposisi dan struktur jenis tegakan mahang menggunakan cara jalur berpetak. Kemudian data tersebut dianalisis secara kuantitatif dengan rumus-rumus kerapatan, kerapatan relatif, frekuensi dan frekuensi relatif. Analisis kualitatif juga dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang penyebaran pohon, kualitas tegakan, kesehatan pohon, keamanan dan aksesibilitas menuju tegakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 6 jenis mahang. Jenis Macaranga hypoleuca memiliki kerapatan tertinggi (9 pohon/ha). Dari aspek kualitas, kesehatan, pembungaan, pembuahan, aksesibilitas dan keamanan keenam jenis mahang memenuhi syarat dijadikan tegakan benih.

Download

Written by : and