POLA KEMITRAAN HUTAN RAKYAT BERBASIS MAHONI DI DESA RANGGANG,

KABUPATEN TANAH LAUT, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Oleh : Syaifuddin dan Adnan Ardhana

ABSTRAK

Dalam rangka pengembangan hutan rakyat, salah satu pola yang dilakukan adalah dengan pola kemitraan dimana hutan rakyat dibangun atas kerjasama masyarakat dan perusahaan swasta. Salah satu pola kemitraan yang pernah dilakukan di Kabupaten Tanah Laut adalah hutan rakyat kemitraan berbasis Mahoni di Desa Ranggang dengan sebuah perusahaan swasta.Kajian ini betujuan untuk menganalisis pola, aturan main dan pola interaksi kelembagaan dalam kelembagaan kemitraan serta merumuskan rekomendasi kemitraan yang dapat di kembangkan dimasa datang. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dikembangkan adalah pola dagang umum dengan sedikit variasi. Pola tersebut memberikan dampak positif sekaligus negatif bagi petani mitra.Dampak positifnya adalah petani punya pilihan menjual hasil kayu selain kepada mitra, walaupun sudah ada jaminan pemasaran dari perusahaan. Selain itu petani juga bisa menentukan sendiri harga kayu jika menjual kepada pihak lain diluar perusahaan mitra. Dampak yang kurang menguntungkan bagi petani adalah ketika menjual kayu kepada mitra adalah penentuan harga jual dan sistem pembayaran yang dibelakang.Mengingat belum adanya perjanjian yang mengatur sanksi apabila ada pelanggaran kesepakatan diantara pihak yang bermitra serta menambah penghasilan petani selama menunggu masa panen, solusi yang dapat ditempuh dengan kemitraan usaha bersama disesuaikan dengan kesesuaian lahan serta prospek pemasarannya.

Download