PROSPEK GETAH JELUTUNG SEBAGAI HASIL HUTAN

 BUKAN KAYU UNGGULAN DI PROVONSI KALIMANTAN TENGAH

Oleh :

Marimus Kristiadi Harun

ABSTRAK

Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan upaya memulihkan lahan gambut terdegrasi adalah pemilhan jenis yang tepat dari aspek teknis, sosial, ekonomi dan ekologi. Salah satu jenis yang memenuhi kriteria tersebut adalah jelutung wara (dyera polyphilla Miq. Steenis atau sinonim dengan Dyera lowwi Hook F). Makalah ini bertujuan untuk menganalisis prospek pengembangan getah jelutung sebagai hasil Hutan Bukan Kayu(HHBK) Unggulan. Parameter yang digunakan untuk mengalnasilis kelayakan pengembangan jelutung rawa adalah kriteria Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Unggulan menurut Permenhut Nomor P.21/Menhut-II2009. Metode yang di gunakan untuk menganalisis kelayakan pengembangan jelutung adalah Focus Group Discossion (FGD) dan wawancara dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan kriteria dan indikator yang di syaratkan Permenhut tersebut maka getah jelutung termasuk dalam HHBK Unggulan provinsi. Stategi pengembangan getah jelutung menuju kategori yang lebih tinggi perlu di lakukan dengan mengjawab tantangan untuk kriteria dan indicator bernilai rendah. Hal ini memerlukan adanya suatu kelembagaan yang membumi. Sistem kelembagaan yang diusulkan untuk mengatasi kendala tersebut adalah SIstem Kebersamaan Ekonomi(SKE) yang di dukung oleh kelompok tani pengembang komoditas getah jelutung yang bekategoti kelompok lestari.