Oleh: Dian Lazuardi

Abstrak

Dalam periode satu dekade terakhir ini, khususnya di Kalimantanm tengah, perkembangan tanaman Jelutuing terjadi sangat cepat, terutama yang dilakukan oleh masyarakat di lahan miliknya. Guna lebih mengarahkan program pembangunan dan pengembangan hutan tanaman jelutung rawa tersebut, maka informasi mengenai hasil studi bidang pertumbuhan dan hasil tanaman jelutung rawa sangat esensial. Penelitian ini ditujukan untuk membangun suatu model dasar bagi penyusunan klasifikasi kualitas tapak dan kapasitas produktif maksimum yang mungkin dicapai oleh setiap tipe tapak di lahan Jelutung rawa. Penelitian dilakukan di areal-areal tanaman jelutung milik masyarakat yang berada di wilayah Palangkaraya-Pulang Pisau yang terletak pada lahan gambut antara S. Senbangau dan S. Kahayan. Berdasarkan model indeks tapak yang dihasilkan penelitian ini, pada umur indeks 15 tahun menghasilkan 3 kelas kualitas tapak (bonita) tanaman jelutung rawa di Kalimantan Tengah, yaitu SI13 (10,5 < SI < 14,5), SI16 (14,5 < SI < 17,5) dan SI19 (17,5 < SI < 20,5). Lahan dengan ketebalan gambut/humus < 80 cm, lapisan bawah tanah mineral-aluvial dan tanpa gangguan genangan merupakan tapak berkualitas tinggi (SI19), jika lapisan bawahnya tanah mineral-liat maka termasuk ke dalam tapak berkualitas medium (SI16). Lahanm dengan ketebalan gambut > 80 m dan tanpa ada gangguan genangan termasuk ke dalam tapak berkualitas medium (SI16), sedangkan jika ada gangguan genangan termasuk dalam kualitas rendah (SI13). Berdasarkan umur indeks 15 tahun, kapasitas produktid maksimum untuk kualitas tinggi (SI 19), kualitas tapak medium (SI 16) dan kualitas tapak rendah (SI 13) masing-masing 20,5 m­3/ha/th, 122 m3/ha/th dan 6,6 m3/ha/th.

DOWNLOAD –> HUBUNGI ADMIN

Written by : and