30 TAHUN BPK BANJARBARU DALAM KONTRIBUSI
REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN KERING DI KALIMANTAN SELATAN

Oleh: Reni S. Wahyuningtyas, Riswan Ariani dan Mukhlisin

ABSTRAK

Dampak dari kegiatan eksploitasi hutan topis adalah terciptanya lahan-lahan kritis yang cukup luas di Kalimantan. Eksplotasi hutan menyebabkan hutan menjadi lebih terbuka sehingga tumbuh jenis-jenis pioner dan rumput-rumputan yang apabila sering mengalami kebakaran akan menjadi lahan alang-alang (Imperata cylindrica) yang tidak produktif. Karena luas lahan kritis yang cenderung meningkat setiap tahun, maka rehabilitasi lahan kritis merupakan tantangan serius di bidang kehutanan. Makalah ini memaparkan hasil-hasil penelitian Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Banjarbaru dalam upaya rehabilitasi hutan di lahan kering yang didominasi alang-alang di Kalimantan selama kurang lebih 30 tahun. Beberapa hasil penelitian dalam rangka pembangunan tanaman di lahan alang-alang telah dihasilkan seperti teknologi pembuatan tegakan yang meliputi: teknik produksi bibit, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan dan perlindungan tanaman. Hasil-hasil penelitian tentang teknik rehabilitasi lahan alang-alang yang telah dilakukan selama tiga dekade tersebut diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi praktisi di kehutanan dan bidang bidang lain dalam pembangunan tanaman dan rehabilitasi lahan kritis sehingga diharapkan dapat memperoleh hasil yang memuaskan.

DOWNLOAD

Written by :