BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 05/08/2016). Kamis, 4 Agustus 2016, Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru kedatangan tamu dari Japan International Coorperation Agency (JICA) yakni Akihito Sakurai dan Hiromitsu Kuno, serta Ibu Wahyu Utami Kepala seksi pencegahan dan pemantauan Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut, Dirjen PPKL. Pada pertemuan ini pihak dari JICA berdiskusi dengan peneliti dari BPK Banjarbaru terkait rehabilitasi di lahan rawa gambut. Hal ini dilakukan sebagai pertimbangan penyusunan strategi kerjasama antara Indonesia dan Jepang yang fokus pada kebakaran lahan gambut dan rehabilitasinya. Sebelumnya, pihak JICA sudah melakukan survey dan diskusi dengan expert yakni ke daerah Jambi, Riau, Sumatra selatan, Kalimantan barat, dan juga Kalimantan selatan

Fokus utama proyek yang akan dilaksanakan yakni menaikkan tinggi muka air gambut (rewetting), water level monitoring, dan kerjasama hibah monitoring tinggi muka air berbasis masyarakat pada lahan rawa gambut.

“Agar rencana kegiatan ini berjalan baik, kami perlu mengadakan diskusi dengan pakar-pakar, salah satunya para peneliti yang ada di BP2LHK” kata Hiromitsu Kuno yang mewakili JICA

Beberapa hal yang ditanyakan antara lain mengenai rekomendasi spesies yang baik setelah dan sebelum rewetting, bagaimana memproduksi seedling, dan hal-hal lain terkait penelitian yang dilakukan di lahan rawa gambut oleh BP2LHK Banjarbaru.

BP2LHK Banjarbaru sebagai lembaga riset yang cukup lama “menggarap” lahan rawa gambut tentu saja menyambut baik kedatangan tim JICA dan sangat senang untuk menyampaikan hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan. “Ada beberapa jenis yang cocok ditanam pada kegiatan rehabilitasi lahan rawa gambut antara lain Pantung, Belangeran, Gerunggang, Merapat,” jelas Dr. Acep Akbar, yang merupakan peneliti utama dari BP2LHK Banjarbaru.

Pada kesempatan kali ini, BP2LHK Banjarbaru juga berkesempatan utntuk mempromosikan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa yang berlokasi di Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Sebagai informasi, KHDTK Tumbang merupakan satu-satunya KHDTK habitat rawa Gambut di lingkup Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang memiliki luas sekitar 5000 Ha.  KHDTK Tumbang Nusa juga merupakan sumber plasama nutfah dan pengetahuan terkait vegetasi di lahan rawa gambut termasuk dalam kegiatan restorasi hutan rawa gambut pasca terbakar. Saf***

Written by :