BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 07/10/2016). Sebagai peneliti, salah satu tugas utama yang diemban adalah melakukan diseminasi penelitian. Di era internet saat ini, dedeminasi penelitian tak melulu dilakukan dengan melakukan presentasi di ruang seminar atau kelas, tapi bisa melalui sosial media. Facebook, mungkin merupakan sosial media yang paling umum dimiliki oleh semua orang, termasuk peneliti. Namun, sosial media ini sifatnya terlalu luas, sehingga untuk diseminasi hasil riset kurang efektif hasilnya.

Untuk dsieminasi hasil riset, peneliti membutuhkan sosial media yang lebih spesifik dengan target yang jelas. Melalui sosial media yang spesifik, peneliti bisa menampilkan profil pribadi ,hasil riset, terkoneksi, serta berkolaborasi dengan peneliti-peneliti lain dari berbagai belahan dunia lain yang memiliki kesamaan dengan ranah riset. Selain itu, melalui jejaraing ini, antar akun bisa mengunduh jurnal-jurnal peneliti lain dengan cuma-cuma.

Banyak sekali platform sosial media yang tersedia untuk peneliti. Namun, setelah dirangkum dari berbagai ulasan, terdapat tiga media sosial terbaik yang bisa digunakan oleh peneliti yakni ResearchGate, Academia.edu, dan Mendeley. Untuk menggunakan ketiga jejaring social ini, tidak ada biaya yang harus dikeluarkan.

Research Gate

“Built by scientist, for scientist”, begitulah informasi yang ada saat mengunjungi laman research gate. Research gate diinisiasi oleh fisikawan Dr.Ijad Madisch dan Ahli computer Horst Fickenscher. Mereka menyadari susahnya mengkolaborasikan peneliti dari berbagai daerah yang berbeda, hingga akhirnya membuat suatu platform yang bisa menampung peneliti-peneliti. Saat ini akun Research Gate sudah mencapai 10 juta pengguna.

Melalui jejarng social ini, pengguna bisa terkoneksi dan mengakses publikasi dari peneliti dari berbagai latar belakang keilmuan dan belahan dunia. Pengguna juga bisa mendapatkan informasi statistik kunjungan ke laman pribadinya. Selain itu, terdapat juga fitur yang bisa mengatur jadwal pertemuan antar pengguna ataupun membuat survey.

Academia.edu

Sebuah studi menunjukkan, bahwa manuskrip yang diunggah di lama Academia.edu meningkatkan sitasi sebanyak 69% selama 5 tahun. Saat ini, diketahui sudah ada 42 juta akun serta 15 juta manuskrip di Academia.edu ini.

Serupa dengan Research Gate, Academia.edu juga menawarkan koneksi antar peneliti. Platform jejaring sosial ini menekankan kemudahan berbagi publikasi, sehingga pengguna mudah mengkases pubikasi dari peneliti-peneliti yang sudah terkoneksi dengannya dengan mudah. Jika anda yang menggunakan jejaring sosial ini, juga dapat membuka topik diskusi tentang suatu publikasi atau topik yang bisa diikuti oleh berbagai peneliti.

Mendeley

Selama ini mungkin banyak yang mengenal Mendelay sebagai aplikasi untuk embuat daftar pustaka atau referensi. Namun selain menawarakan aplikasi reference manager, mendelay juga merupakan jejeraing social yan bia membantu peneliti berkolaborasi. Saat ini, diklaim sudah ada 5 juta peneliti yang bergabung dalam jejaring social ini.

Untuk mendukung penyebarluasan hasil riset, tak ada salahnya membuat akun di salah satu sosial media tersebut. Selain memudahkan peneliti dalam mencari referensi serta meningkatkan jejaring kerja anda, jejaring sosial ini akan memudahkan peneliti dalam penyimpanan hasil publikasinya masing-masing. (saf)***

Written by :