img_6527PT Shabondaman Soap Jepang merupakan perusahaan yang sedang meneliti penggunaan cairan untuk pemadaman kebakaran yang berbentuk foam (fire extinguishing foam) di Indonesia khususnya di hutan rawa gambut. Mereka bermaksud untuk menjalin kerjasama dengan BP2LHK Banjarbaru untuk pemadaman kebakaran hutan. Site yang rencana menjadi uji coba adalah kawasan KHDTK Tumbang Nusa tepatnya di sekitar areal Repeat, kurang lebih 800 m dari tepi jalan trans Kalimantan.

Selain dengan BP2LHK Banjarbaru, Shabondama Soap juga berencana bermitra dengan P3KLL Serpong untuk mengetahui efek samping dari penggunaan cairan ini terhadap lingkungan. Dalam peninjauan site di Tumbang Nusa dari P3KLL yang hadir yaitu Kapus P3KLL (Dr. Wahyu Marjaka), Dr. Ninik, Dr Arum Prajanti.

Dari Pihak Jepang yang hadir yaitu Mr. Hiroki Yamamoto dari CTI Engineering Co, Ltd, Mr Takayoshi Kawahara, GM Shabondama Soap Co ltd dan seorang penerjemah.

Sebelum ke lapangan, para tamu berdiskusi di camp tumbang nusa. Pak Acep menerangkan kondisi

kawasan KHDTK Tumbang Nusa kepada para tamu. Beliau juga menceritakan kejadian kebakaran yang tahun lalu menimpa kawasan KHDTK Tumbang Nusa. Selain itu juga dikenalkan kepada mereka peralatan pemadaman kebakaran hasil modifikasi BP2LHK Banjarbaru.

img_6522Setelah berdiskusi di camp, rombongan menuju site untuk melihat secara langsung kondisi lapangan. Site yang direncanakan di sekitar areal Repeat yaitu sekitar 800 m dari jalan trans Kalimantan. Hasil dari diskusi di lapangan disepakati untuk pengujian nanti akan dilakukan di beberapa tipe penutupan lahan yang ada di kawasan KHDTK Tumbang Nusa yaitu lahan yang didominasi oleh kelakai atau alang-alang (grass field), lahan yang masih ada tegakan hutannya (forest field) dan areal terbuka di lahan gambut terbuka (peat soil).

Sebelum uji bakar dilakukan akan diteliti kondisi lingkungan sekitar meliputi kondisi air/sungai, tanah, tanaman, mikroorganisme. Kemudian setelah uji pembakaran akan dilakukan hal yang serupa untuk mengetahui pengaruh penggunaan cairan ini terhadap lingkungan. Kegiatan ini akan dilakukan oleh P3KLL. Sedangkan efektifitas penggunaan cairan untuk pemadaman kebakaran akan diteliti oleh BP2LHK Banjarbaru. Kemungkinan lainnya bisa dilakukakan penelitian ikutan terhadap dampak lingkungan penggunaan cairan untuk pemadaman di lahan gambut yaitu dampaknya terhadap fisiologi tanaman, keberadaan mikoriza tanah, perilaku makro fauna dan serangga dan lain-lain.

Tindak lanjut dari tinjauan lapangan ini, akan dilakukan diskusi di kantor keesokan harinya. Ditargetkan pada bulan Januari 2017 MoU sudah ditandatangani, dan proyek akan dilaksanakan sekitar bulan mei-juni 2017, dengan jangka waktu proyek selama satu tahun.

 

Written by :