mikrobaHutan rawa gambut ternyata memiliki keanekaragaman mikrob tanah yang melimpah.  Tri Wira Yuwati, Peneliti Muda di Balai Litbang LHK Banjarbaru mengungkapkan bahwa ada beberapa mikrob yang menguntungkan bagi tanaman yang ditemukan hutan rawa gambut dan memiliki potensi untuk dikembangkan salah satunya adalah  mikoriza.

Mikrob tersebut memiliki peran yang sangat penting terutama dalam membantu penyerapan hara oleh tanaman sehingga sering disebut sebagai agen biofertilizer, lanjut Tri.

Mikoriza yang telah dipastikan keberadaannya di hutan rawa gambut ada dua jenis yaitu Mikoriza Arbuskula dan Ektomikoriza. Mikoriza arbuskula memiliki bentuk asosiasi di dalam akar tanaman sedangkan ektomikoriza membentuk asosiasi di luar akar tanaman.

Tri  Wira mengemukakan bahwa  variasi jumlah spora mikoriza arbuskula pada vegetasi pioneer di hutan rawa gambut KHDTK Tumbang Nusa Kalteng yang didominasi Geronggang (Cratoxylon glaucum) dan Merapat (Combretocarpus rotundatus)  adalah 1212 spora per 100 gram dan pada vegetasi klimaks yang didominasi oleh Ramin (Gonystylus bancanus), Punak (Tetramerista glabra) dan Kapur Naga (Callophylum sp.) adalah 3394 spora per 100 gram tanah.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sedangkan di bawah vegetasi pioneer di hutan gambut Taman Nasional Sebangau  Kalteng adalah 153 spora per 100 gram tanah dan pada vegetasi klimaks adalah 338 spora per 100 gram tanah.

Penggunaan mikoriza arbuskula yang diisolasi dari hutan rawa gambut untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman telah banyak didemonstrasikan pada tingkat persemaian, ungkap Tri Wira.

Potensi dari mikoriza asli rawa gambut sebagai agen biofertilizer ini perlu digali lebih lanjut agar dapat dioptimalkan pemanfatannya terutama dalam membantu merehabilitasi dan merestorasi hutan rawa gambut yang terdegradasi di Indonesia.

Informasi lebih lengkap dapat dibaca di Majalah Bekantan Vol.4 No.1, 2016.

Written by :