Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Dr. Hendri Bastaman untuk kedua kalinya memberikan pembinaan di Balai Litbang LHK Banjarbaru. “Saya hadir dalam dua kondisi berbeda, yang pertama dalam kondisi asap pekat karena kebakaran hutan,kali ini sebaliknya hujan deras dan angin yang sangat kencang sampai menumbangkan beberapa pohon di arboretum BP2LHK Banjarbaru, jelas Hendri. Kehadiran beliau di tanggal 21 Desember 2016 bertepatan degan diselenggarakannya Pembahasan Laporan Hasil Penelitian dan Kegiatan tahun 2016, karenanya Dr. Hendri Bastaman di daulat untuk membuka secara resmi acara tersebut.

Dalam kesempatan itu pula, kepala BP2LHK Banjarbaru, Ir. Tjuk Sasmito Hadi, MSc melaporkan kondisi BP2LHK Banjarbaru secara keseluruhan, dari  SDM, anggaran, kegiatan kerjasama dan prognosis serapan anggaran  2016. “Progonosi97 % anggaran kami terserap di tahun 2016 ini, ujar Tjuk.

Dr. Hendri Bastaman mengapresiasi capaian tersebut.  “ Saya apresiasi serapan anggaran 97 %, karena kita janji diatas 97 %, sehingga ini laporan yang ditunggu ibu menteri, yaitu tingkat penyerapan anggaran yang optimal”, ujar Hendri.

Dalam pembinaan ini Hendri Bastaman menyampaikan instruksi dari ibu menteri dari Presiden RI tentang gerakan nasional revolusi mental.  Ada 5 gerakan utama yaitu Indonesia melayani, Indonesia Bersih, Indonesia Tertib, Indonesia mandiri dan Indonesia bersatu. Yang berhubungan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah Indonesia bersih dan Indonesia mandiri,  jadi penggunaan hasil litbang dalam  negeri dan peningkatan hasil karya kreasi anak bangsa. “Disini lah peluang dari Litbang dan Inovasi”, tegas Hendri.

Terkait SDM, Hendri mengingatkan bahwa semua pegawai harus meningkatkan kemampuan, terutama peneliti, 406 peneliti akan di clustering lagi sesuai keahliannnya. Harapannya  kelompok peneliti  dapat menjadi simpul kekuatan litbang. Berbagai perubahan  terkait aturan administrasi yang berkiatan dengan peneliti juga harus diperhatikan.

Turut hadir bersama kepala BLI, kepala Puslit Hasil Hutan, Dr. Dwi sudharta yang turun serta memberikan informasi terkait tips untuk menjual hasil-hasil penelitian. “Kita harus berani menjual hasil penelitian” kata Dwi. Dwi melanjutkan bahwa di puslit hasil hutan sekarang ada 48 Mou dengan pihak luar, 8  diantaranya sudah berjalan.  “Caranya kami hubungi asosiasi terkait dan mereka memberikan respon positif’ tandas Dwi.

Acara dilanjutkan dengan pembahasan laporan hasil penelitian, yaitu Bioprospeksi Mikroba Hutan Rawa gambut oleh Tri Wira Yuwati, Teknik  Budidaya Gemor oleh Purwanto Budi Santosa, dan teknik pengembangan gaharu di kalsel oleh Beny Rahmanto. Sesi selanjutnya dengan judul Pengelolaan dan pengusahaan KPHL berbasis karakteristik ekosistem oleh M. Abdul Qirom, Teknik silvikultur dan potensi pemanfaatan nyawai oleh Junaidah dan model pengelolaan hutan rawa gambut beresiko kecil kebakaran.

Pembahasan laporan hasil kegiatan merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan di akhir tahun. Untuk tahun ini kegiatan pembahasan dilaksanakan dua hari. Untuk hari pertama kegiatan penelitian sedangkan hari kedua pembahasaan kegiatan KHDTk dan kegiatan rutin.

Written by :