BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 13/01/2017). Selain memiliki koleksi bibit tanaman khas Kalimantan, kini persemaian Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup (BP2LHK) Banjarbaru juga memiliki berbagai koleksi anggrek yang diperoleh dari Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) milik BP2LHK Banjarbaru (KHDTK Rantau dan KHDTK Kintap) serta wilayah lain di Kalimantan yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupateng Tabalong, Kabupaten Kotabaru, dan Kabupaten Pulang Pisau. Anggrek-anggrek ini dikumpulkan melalui kegiatan eksplorasi mandiri BP2LHK Banjarbaru, dan juga eksplorasi yang dilakukan bersama dengan Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan.

“Saat ini, kita memiliki kurang lebih 45 jenis anggrek khas Kalimantan,” ujar Syaifuddin S.Hut selaku pengelola persemaian dan arboretum BP2LHK Banjarbaru. Saat ini, koleksi anggrek di persemaian BP2LHK Banjarbaru tidak memiliki tempat khusus, namun diletakkan bersama bibit tanaman kehutanan . Namun, dengan perawatan yang tepat anggrek-anggrek ini bisa tumbuh dan berbunga dengan baik.

Perawatan yang dilakukan untuk pemeliharaan anggrek antara lain penyesuaian kondisi ruangan sehingga anggrek terhindar dari cahaya langsung, penyiraman rutin perhari serta pemberian pupuk dan hormon tanaman. Dari koleksi anggrek yang dimiliki, terdapat beberapa jenis anggrek endemik Kalimantan yakni Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) Dan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata).

Beberapa koleksi anggrek ini, sudah didokumentasikan melalui buku yang berjudul “Eksplorasi Anggrek Hutan Kalimantan” yang merupakan hasil karya kolaborasi dari Agung Sriyono (Kepala Kebun Raya Banua), Nizar (Kebun Raya Banua), Latifa Syuhada Nisa (Peneliti Balitbangda Kalsel), Syaifuddin (Peneliti BP2LHK Banjarbaru), Dan Edy Suryanto (Teknisi BP2LHK Banjarbaru). Buku ini diterbitkan oleh Aswaja Pressindo, Yogyakarta.

“Harapan saya, ke depannya kami bisa memperoleh lebih banyak anggrek khas Kalimantan sehingga kekayaan alam di hutan Kalimantan bisa terinventarisir dengan baik dan mendukung konservasi jenis anggrek,” pungkas Syaifuddin S.Hut (saf)***

Written by :