BP2LHK_Banjarbaru (Banjarbaru_1702107). “Seorang peneliti harus bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi orang lain, bukan hanya menyelesaikan permasalahan peneliti itu sendiri”, demikian disampaikan Ir. H. Tjuk Sasmito Hadi, M.Sc kepala Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru pada acara pembahasan Rencana Operasional Penelitian (ROPt), Rencana Operasional Pengelolaan (ROPg) dan Rencana Operasional Kegiatan (ROK) DIPA 2017.

Pembahasan ROPt, ROPg dan ROK adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan pada awal tahun kegiatan yang bertujuan untuk menjelaskan secara rinci kegiatan yang akan dilakukan oleh masing-masing penanggung jawab kegiatan. Kegiatan yang dibahas meliputi 6 (enam) ROPt terkait pelaksanaan penelitian, 4 (empat) ROPg terkait pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dan 17 (tujuh belas) ROK terkait pubikasi dan diseminasi hasil penelitian, perencanaan dan pemantauan, serta rumah tangga perkantoran.

Kegiatan pembahasan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, tanggal 14,16 dan 21 Pebruari 2017. Agenda hari pertama dan kedua adalah pembahasan ROPt dan ROPg. Pada tahun 2017, terdapat 6 kegiatan penelitian di BP2LHK Banjarbaru yaitu (1) Model Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut Berbasis Masyarakat, (2) Biopropeksi Mikroba Hutan Rawa Gambut, (3) Strategi Pengelolaan KPHL di Hulu Sungai Selatan, (4) Evaluasi Plot Uji Provenans untuk Mendukung Pembangunan Sumber Benih, (5) Suplemen Kesehatan Berbasis Gemor Menurunkan Resiko Diabetes Melitus, dan (6) Pengembangan Tanaman Penghasil Gaharu sebagai Obat Herbal Terstandar.

Khusus untuk pembahasan ROPt, mengundang narasumber peneliti dan akademisi terkait bidang penelitian. Prof. Riset. Dr.Ir. Muhammad Noor, MS , peneliti senior dari Balai Penelitian Tanaman Rawa (Balitra) Banjarbaru merupakan salah satu narasamuber yang difokuskan untuk membahas kegiatan penelitian terkait lahan gambut. Pada kesempatan tersebut, beliau juga berbagi pengetahuan dan wawasan tentang lahan gambut meliputi karakter, permasalahan dan strategi pengelolaan. Selain itu beliau juga menyerahahkan 1 (satu) buah buku karya beliau yang berjudul “Lahan Gambut, Pengembangan, Konservasi dan Perubahan Iklim”. Narasumber lain yang juga terlibat dalam pembahasan adalah Dr.Ir. H. Mahrus Aryadi, MSc, dosen Fakultas Kehutanan Jurusan Manajemen Hutan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru dan Nurlely, M.Sc (In Pharm), dosen Fakultas MIPA Jurusan Farmasi ULM.

Kegiatan pembahasan ini bertempat di aula BP2LHK dan didikuti oleh semua staf BP2LHK. Banyak saran dan masukan yang diperoleh dari masing-masing tim pelaksana. Harapan ke depan, dengan adanya pembahasan kegiatan ROPt, ROPg dan ROK dapat memperlancar pelaksanaan kegiatan penelitian dan non penelitian serta peningkatan mutu hasil penelitian*** (JND).

Written by :