BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 24/02/2017). Arboretum Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru selain sebagai tempat koleksi jenis-jenis pohon asli Kalimantan, kini juga semakin ramai dan kian populer untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana berkumpul bersama keluarga atau komunitasnya. Seperti halnya acara “minimeetsouthborneo” yang digelar di Arboretum BP2LHK Banjarbaru pada Minggu, 19 Februari 2017.

Sebanyak kurang lebih 350 orang anak muda pengguna Instagram di wilayah Kalimantan Selatan berkumpul di Arboretum BP2LHK Banjarbaru. “Arboretum BP2LHK Banjarbaru sangat strategis sehingga cocok untuk menggelar acara kami”, ungkap Roby sebagai Panitia Pelaksana acara ini. “Tempatnya yang luas, sejuk , dan juga indah memungkinkan kami untuk menggelar games outdoor, lomba foto, serta hunting foto bersama. Sejauh ini Arboretum ini sangat bagus, namun semakin baik jika diberi fasilitas tempat santai atau bangku-bangku sehingga makin banyak masyarakat bisa menggunakan arboretum”, tambah Roby. Pada acara ini, Arboretum BP2LHK Banjarbaru yang didominasi oleh pohon-pohon ini disulap menjadi sangat “kekinian” dengan menambahkan ornamen-ornamen antara lain bendera warna-warni, tenda, serta property lainnya. Agar kebersihan arboretum tetap terjaga, operasi semut untuk mengumpulkan sampah dilakukan oleh seluruh peserta acara.

Tanggapan positif terhadap pemanfaatan Arboretum oleh komunitas ini didapat dari banyak pihak, salah satunya pengelola Arboretum. “ Adanya pemanfaatan Arboretum kita untuk kegiatan komunitas merupakan pertanda positif bahwa Arboretum manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas serta menunjukkan bahwa fungsi hutan juga sebagai tempat wisata. Terkait saran, kami akan berusaha semaksimal mungkin bisa menambahkan fasilitas di Arboretum sehingga pengunjung semakin nyaman”, ungkap Syaifuddin, S.Hut yang merupakan pengelola arboretum dan persemaian BP2LHK Banjarbaru.

Sebagai informasi, Arboretum BP2LHK Banjarbaru memiliki luas sekitar 9,4 Ha yang terdiri dari kurang lebih 60 jenis pohon termasuk jenis-jenis langka diantaranya Ulin (Eusideroxylon zwageri). Selain itu, di arboretum ini juga terdapat koleksi berbagai anggrek dan tanaman obat dari pedalaman hutan Kalimantan salah satunya adalah pasak bumi (Eurycoma longifolia).

Written by :