Sejauh ini keberadaan anggrek Oberonia nitidicauda ditemukan di pulau Sumatra dan Jawa. Dalam kegiatan eksplorasi jenis-jenis tanaman hutan untuk koleksi di arborertum BP2LHK Banjarbaru pada bulan November 2016, anggrek ini juga ditemukan di kawasan pengelolaan hutan lindung (KPHL) Hulu Sungai Tengah, tepatnya di Desa Hinas Kiri Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan

Syaifuddin, S.Hut pengelola arboretum BP2LHK Banjarbaru yang menemukan anggrek tersebut, menjelaskan anggrek ini tumbuhnya secara epifit (menempel di batang pohon). Hal yang sangat menarik dan unik dari anggrek ini adalah ukuran bunganya yang supermini yaitu 1-1,5 mm. Untuk melihat dengan jelas bunganya harus menggunakan bantuan kaca pembesar. Warna bunganya merah tua dan pada rangkaian perbungaan terdiri atas puluhan kuntum bunga yang tersusun teratur dalam pola melingkar.

Sebelumnya pada Desember 2009, sebuah media internasional memberitakan mengenai anggrek terkecil di dunia yang ditemukan oleh peneliti Amerika (Lou Jost) di hutan pegunungan Ekuador. Anggrek yang ditemukan berasal dari genus Platystele dengan ukuran bunga kurang lebih 2 mm. Akan tetapi jika dibandingkan dengan ukuran bunga dari Oberonia nitidicauda, ukuran bunga Oberonia nitidicauda lebih kecil daripada bunga Platystele tersebut. Namun demikian, untuk menentukan bunga anggrek terkecil di dunia perlu kajian ilmiah lebih mendalam lagi. Tapi mungkin saja anggrek terkecil di dunia berada di Indonesia.

Anggrek genus Oberonia umumnya memang memiliki bunga dengan ukuran mini, karena alasan ukurannya itu pula, anggrek dari genus ini kurang memiliki nilai komersial dikalangan para penggemar anggrek. Meskipun demikian, dari sudut pandang botani anggrek ini memiliki nilai pengetahuan yang tak ternilai.

Penemuan anggrek ini penting untuk diinformasikan, informasi ini dapat menjadi bahan bagi peneliti anggrek, bahwa penyebaran anggrek dari genus Oberonia ini juga ada di pulau Kalimantan. Khasanah pengetahuan terkait anggrek juga akan bertambah. Semoga kedepan dengan eksplorasi yang terus dilakukan, ditemukan jenis-jenis flora dan fauna yang lain, bukti besarnya keaneragaman hayati Indonesia.

Written by :