BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 23/03/2017). Dalam melakukan tugasnya, peneliti harus memperhatikan kode etik peneliti, salah satunya menghindari adanya self-plagiarism. Hal ini disampaikan oleh Dr. Ir. Murniati, Msi yang merupakan Sekretaris Tim Penilai Peneliti Instansi (TP2I) ini, dalam kegiatan pembinaan jabatan fungsional peneliti di Balai Penelitian Dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru. Kegiatan in dilakukan di ruang teleconference BP2LHK Banjarbaru pada hari Kamis, 23 Maret 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh peneliti di lingkup BP2LHK Banjarbaru serta Kepala Balai BP2LHK Banjarbaru, Ir. Tjuk Sasmito Hadi, M.Sc.

“Self-plagiarism adalah menduplikasi tulisan sendiri sehingga ada kesamaan antara satu publikasi dengan publikasi lainnya”, ujar Dr. Ir. Murniati, M.Si, saat pemberian materi kode etik peneliti. Hal ini terkadang susah dihindari karena masing-masing peneliti sudah memiliki gaya menulis sendiri sehingga ada kemiripan antara tulisan satu dengan yang lain. Untuk menanggulangi self-plagiarism terjadi, peneliti harus pandai melakukan paraphrase serta bisa juga dengan merujuk tulisan sendiri. Ditambahkan oleh Dr. Ir Murniati, M.Si, peneliti dapat mengunduh beberapa aplikasi yang bisa membantu deteksi plagiarisme yang bisa di unduh bebas di internet.

Selain memberikan penyegaran materi tentang kode etik peneliti, ada tiga materi lain yang diberikan dalam kegiatan pembinaan ini yakni (a) Selintas tentang TP2I dan selisih nilai dengan Tim Penilai Peneliti Pusat (TP3) (b) Standar Kompetensi Peneliti, dan (c) Sosialisasi e-peneliti. Tak hanya pemberian materi, kegiatan ini juga diisi diskusi menarik, terutama terkait pengajuan Daftar Usul Penatapan Angka Kredit (DUPAK).

Kegiatan pembinaan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun di BP2LHK Banjarbaru guna melakukan penyegaran kepada peneliti agar lebih termotivasi dalam bekerja. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi peneliti untuk mendapatkan informasi terbaru terkait jabatan fungsional peneliti. “Saat ini penilaian kualitas publikasi dilakukan sangat detil oleh TP2I maupun TP3. Oleh karena itu, diharapkan peneliti diharapkan menulis publikasi dengan kualitas yang lebih baik,” ucap Dr. Ir Murniati menutup kegiatan pembinaan.

Written by :