Pestisida Nabati Efektif Mengendalikan Hama Gaharu

Komentar Dinonaktifkan pada Pestisida Nabati Efektif Mengendalikan Hama Gaharu 29

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru_16/04/2017). Ekstrak biji sirsak dan suren memiliki potensi sebagai insektisida nabati terhadap hama gaharu (Aquilaria malaccensis). Penelitian yang dilakukan oleh Fajar lestari dan Wida Darwiati membuktikan bahwa ekstrak biji sirsak dan suren memberikan efek insektisida tinggi terhadap hama gaharu Heortia vitessoides. Hasil penelitian ini dimuat dalam Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 11 No. 3 Desember 2014, hal : 165-171.

“Ulat Heortia vitesoides adalah salah satu jenis ulat daun yang menyerang tanaman gaharu”, papar Lestari. Lebih lanjut, Lestari mengungkapkan bahwa ulat ini menyerang daun gaharu dengan cara memakan pucuk tanaman dan daun muda, bahkan daun yang sudah tua. Ulat membentuk koloni (bergerombol) dalam menyerang/memakan tanaman sehingga bagian tanaman khususnya daun dan batang-batang muda habis dalam waktu singkat. Persentase intensitas serangan ulat ini terhadap tanaman gaharu mencapai 41 % dan bisa menyebabkan kematian.

Pemanfaatan tanaman yang menghasilkan insektisida nabati seperti tanaman mimba, suren dan sirsak akan mendukung upaya pengendalian hama yang bersifat ramah lingkungan. Insektisida nabati mempunyai bahan dasar berupa bahan aktif metabolit sekunder yang berasal dari tumbuh- tumbuhan. Bahan aktif tersebut berguna sebagai sarana pertahanan diri dari organisme yang menyerang tumbuhan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa metabolit sekunder tumbuhan mempunyai potensi untuk digunakan sebagai bahan-bahan perlindungan tanaman, demikian dikutip Lestari dan Darwiati dari hasil penelitian Dadang & Prijono.

Penelitian yang dilakukan oleh Fajar Lestari dan Wida Darwiati dilakukan di Laboratorium Perlindungan Hutan Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru, Kalimantan Selatan. “Uji coba pengendalian dilakukan dengan merendam daun gaharu pada larutan ekstrak daun dan biji dari tanaman mimba, suren dan sirsak yang digunakan sebagai pakan hama uji”, papar Lestari. Lebih lanjut Lestari menyebutkan pemilihan jenis mimba, sirsak dan suren karena jenis-jenis mempunyai aktivitas biologi yang cukup tinggi terhadap berbagai species serangga hama. Larva instar pertama diperoleh dari tanaman gaharu di Desa Gumbil, Kandangan, Kalimantan Selatan. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 0,3 g/l air (3%) dan 0,4 g/l air (4%).

Penggunaan ekstrak biji mimba, sirsak dan suren ternyata memberikan efek insektisidal tinggi dibandingkan dengan ekstrak daun. Mortalitas paling tinggi terjadi pada perlakuan ekstrak biji mimba konsentrasi 3% dan 4% serta ekstrak biji sirsak konsentrasi 4% yang menyebabkan mortalitas larva sebesar 100%, sedangkan ekstrak biji suren konsentrasi 4% memberikan efek mortalitas sebesar 53,33%.

Mortalitas yang tinggi, baik pada konsentrasi yang rendah maupun tinggi pada semua ekstrak daun dan biji. Hal ini mengindikasikan adanya interaksi dari serangga uji dengan insektisida nabati yang bersifat “knock down” artinya larva dapat mengalami kelumpuhan ***(JND).

admin

Share a little biographical information to fill out your profile. This may be shown publicly.

View all contributions by admin

Website: http://foreibanjarbaru.or.id