BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 05/05/2017). Sabtu, 29 April 2017 BOT CIFOR mengunjungi KHDTK Tumbang Nusa, Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Sebanyak 18 orang peserta yang berkunjung ke KHDTK Tumbang Nusa termasuk 8 anggota BOT CIFOR, yakni: Peter Holmgren (DG CIFOR), Bisrat Aklilu, Elizabeth Adu, Henry Bastaman (Kabadan Litbang dan Inovasi), John Lynam, Jose Campos, Phyllis Caldwell dan Robert Nasi (Deputy Director General-Research). Selain BOT CIFOR turut berkunjung Kepala Pusat P3SEKPI Bapak Bambang Supriyanto bersama peneliti dan bagian kerjasama.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah pertemuan Board of Trustee (BOT) CIFOR yang diadakan di Jakarta tanggal 26-27 April 2017, peserta meeting memilih KHDTK Tumbang Nusa dan Taman Nasional Sebangau Kalimantan Tengah sebagai tempat kunjungan lapangan.

Kedatangan tim BOT CIFOR di KHDTK Tumbang Nusa disambut oleh Kepala BP2LHK Banjarbaru. “Terima kasih atas kedatangan bapak dan ibu anggota BOT CIFOR yang telah berkunjung ke KHDTK kami, KHDTK Tumbang Nusa adalah satu-satunya areal KHDTK di Indonesia yang berlokasi di areal rawa gambut “. Beberapa kegiatan penelitian antara lain tentang rehabilitasi rawa gambut dan pengendalian kebakaran di hutan rawa gambut telah dilakukan di areal KHDTK ini, ungkap Ir.Tjuk Sasmito Hadi, MSc. Kepala BP2LHK Banjarbaru.

Sebelum melihat hutan rawa gambut, Tri Wira Yuwati,S.Hut, MSc , peneliti dari BP2LHK Banjarbaru memaparkan sejarah dan kegiatan yang dilakukan di KHDTK Tumbang Nusa. KHDTK merupakan areal hutan yang digunakan untuk penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan. Total area KHDTK Tumbang Nusa seluas 5.000 ha yang terletak pada kawasan hutan produksi tetap. Berdasarkan administrasi pemerintahan berada dalam wilayah Desa Tumbang Nusa dan Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, papar Tri Wira. Di mulai tahun 1999 beberapa kegiatan penelitian rehabilitasi hutan rawa gambut terdegradasi telah dilakukan. Areal ini memiliki biodiversiti yang cukup tinggi sebelum terjadi kebakaran tahun 2015. Terdapat lebih dari 60 jenis pohon, beberapa jenis anggrek, 30 jenis burung, dan jenis ikan ditemukan disini, lanjut Tri Wira.

Penelitian yang diperlukan KHDTK Tumbang Nusa ke depan adalah aspek fisiologi keberhasilan rehabilitasi, biodiversity, hama dan penyakit setelah kebakaran, teknologi hasil hutan, serta sosial ekonomi, pungkas Tri Wira.

Tanggapan yang positif dan antusias dari anggota BOT CIFOR terhadap paparan yang disampaikan ditunjukkan adanya beberapa pertanyaan dari mereka. Salah satunya “Bagaimana mengimplementasi penelitian gambut yang telah dilakukan dalam konteks restorasi rawa gambut ?” tanya Peter Holmgren, Director General CIFOR. Indonesia serius merestorasi gambut dengan dibentuknya Badan Restorasi Gambut BRG). Badan Litbang dan Inovasi KLHK melalui BP2LHK Banjarbaru walaupun kecil sejak tahun 1986 telah serius melakukan penelitian rawa gambut, jauh sebelum lainnya peduli gambut, jawab Henry Bastaman. Saat ini BP2LHK Banjarbaru menjalin kerjasama dengan BRG untuk melakukan penelitian restorasi hutan rawa gambut, Tjuk Sasmito Hadi menambahkan.

Selesai diskusi, Tim KHDTK Tumbang Nusa mengajak melihat langsung hutan rawa gambut di lapangan. Peserta kunjungan ditunjukkan hutan rawa gambut yang tidak terbakar dan suksesi alam yang terjadi. Selain itu juga melihat hutan rawa gambut yang terbakar tahun 2015 serta kegiatan revegetasi yang telah dilakukan BP2LHK Banjarbaru termasuk plot program Repeat.

Setelah puas melihat plot-plot tanaman revegetasi dan program Repeat, mereka diberi kesempatan untuk melakukan penanaman di hutan rawa gambut. Selesai menanam membuat cap tangan di atas kertas kanvas sebagai tanda komitmen ikut merehabilitasi hutan rawa gambut.

Sebelum meninggalkan Camp KHDTK Tumbang Nusa, semua tamu yang hadir diminta menuliskan testimoni atas kunjungan mereka, sebagai bukti mereka telah berkunjung ke KHDTK Tumbang Nusa. “Kami berterima kasih dan sangat surprise atas sambutan dan acara menarik yang diberikan oleh BP2LHK Banjarbaru “, ucap Ketty dari CIFOR.

Akhir kunjungan anggota BOT CIFOR melihat plot Agroforestry Bapak Tamanuruddin di Kalampangan yang merupakan salah satu petani binaan. (Lis-Fzh)

Written by :