BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru,12/05/2017) Pada tanggal 26 – 28 April 2017 SMA Kristen Kanaan Banjarmasin.  Peserta BKL dikuti sebanyak 20 orang siswa/i dan 2 orang Guru pendamping. Kegiatan tersebut sekaligus untuk mendiseminasi hasil penelitian berupa Advis teknis dengan tema kegiatan “Pengenalan jenis flora hutan alam”.  Harapannya selain mengenalkan KHDTK juga untuk transfer ilmu pengetahuan dan teknologi hasil litbang Balai kepada peserta berupa teknik penanaman pohon yang terdiri dari dua jenis yaitu meranti merah  (Shorea leprosula)  dan mersawa (Anisoptera marginata) serta anggrek di KHDTK Kintap.

Rombongan SMA Kristen Kanaan Banjarmasin dan tim personel BP2LHK Banjarbaru berangkat menuju KHDTK Kintap pada pukul 08.00 wita, dalam perjalanan Ir. Sudin Panjaitan, M.P. mengajak peserta meninjau lokasi Eks Tambang batubara PT. Arutmin yang  berada di kanan kiri jalan menuju KHDTK Kintap. Kepada peserta dijelaskan tentang kegiatan tambang batubara, apa akibatnya terhadap lingkungan, peserta diajak merasakan kondisi iklim pada areal bekas tambang batubara tersebut. Diperlukan dana yang besar untuk mereklamasi areal seperti ini dan menjadi tanggung jawab bagi pengusaha tambang batubara. Jenis tanaman reklamasi pada areal kondisi bekas tambang batubara, pada umumnya adalah dari jenis famili Leguminaceae seperti Akasia (Acasia mangium) dan sengon (Parasirianthes falcataria), sebab ke dua jenis ini mampu tumbuh pada kondisi tanah miskin hara, jelas Sudin.

Setelah tiba di Kamp KHDTK Kintap,  selepas istirahat dan makan siang, peserta disambut oleh Kepala BP2LHK Banjarbaru yang diwakili oleh Bapak Ir. H. Madya Rakhman Mado, M.P. dan tim pengelola KHDTK Kintap serta para narasumber. “ Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kintap yang berlokasi didesa Riam Adungan Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut dengan luas areal 1.000 Ha. KHDTK Kintap merupakan hutan penelitian yang dimiliki oleh BP2LHK Banjarbaru sejak tahun 1985 yang bertujuan untuk melaksanakan penelitian tentang hutan alam meranti dan areal bekas tebangan. Ungkap Madya dalam sambutannya.

Acara berikutnya adalah penelusuran ke Gua Liang yang sering juga disebut Gua seribu pintu yang terletak di desa Riam Adungan Kecamatan Kintap dimana kegiatan ini dipandu oleh Bapak H. Muklisin, Bapak Yosef Gerry Laksono dan Bapak Gatot selaku pengelola KHDTK Kintap. . Peserta diajak untuk mengenal jenis flora hutan alam di sepanjang jalan yang ditelusuri menuju Gua dan beberapa jenis anggrek yang tumbuh disekitar Gua. Salah satunya jenis anggrek Calanthe triplicata yang biasa dikenal dengan nama anggrek sleeping baby karena bunganya mirip dengan bayi sedang tidur.

Di hari yang sama, setelah habis makan malam dimulai pukul 19.00 wita acara dilanjutkan dengan paparan singkat tentang “Gambaran umum/selayang pandang KHDTK Kintap” oleh Ir. Sudin panjaitan, M.P. ,peneliti madya pada BP2LHK Banjarbaru. Pengertian  KHDTK dan apa pula tujuan dibentuknya, luas areal KHDTK, luas hutan alam di Indonesia saat ini,  apa pengertian hutan dan lingkungan, apa fungsi dan manfaat hutan bagi kehidupan manusia, sejak kapan dimulai pengelolaan hutan alam produksi di Indonesia  dan silvikultur apa yang digunakan, semua dikupas habis oleh Sudin. Di samping itu dijelaskan pula sifat hutan alam dan faktor penyebab kerusakan hutan dan apa akibatnya, jumlah jenis pohon yang ditemukan di KHDTK Kintap serta berbagai penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1985 sampai sekarang.

Dilanjutkan dengan paparan “Pengenalan jenis anggek” oleh Syaifuddin, S.Hut ,peneliti pertama pada BP2LHK Banjarbaru. Anggrek lokal yang dikenalkan ke siswa-siswi Kanaan adalah anggrek yang ditemukan di KHDTK Kintap sebanyak 22 jenis.  Beberapa orang siswa bertanya terkait anggrek, mereka sangat antusias mengetahui lebih dalam tentang anggrek.

Sessi terakhir adalah “Pembuatan Blok dan Petak” di KHDTK Kintap yang disampaikan oleh Supriyadi, Teknisi Litkayasa Penyelia pada BP2LHK Banjarbaru. “Pembuatan blok dan petak penting, untuk memberikan tanda dan  alamat di lapangan, kata Supriyadi.  “Batas blok yang  biasa digunakan adalah sungai dan jalan. Berikut peralatan yang harus disiapkan yaitu 1).Peta kerja & data citra, 2).Kompas & clinometer, 3).gps, 4). Galah bantu, 5). Meteran/tali & pita survey”, Supriyadi menjelaskan.

 

Selain itu keperluan tenaga dalam pembuatan blok dan peta antara lain ; 1). Pemegang kompas & clinometer, 2).Perintis/pembersihan jalur, 3). Pencari ajir, 4).Penarik tali & pemasang ajir, 5).pemegang gps, ujar Supriyadi di akhir penyampaiannya.

Pada hari berikutnya yaitu tanggal 27 April 2017 acara dilanjutkan dengan :

Tracking lokasi kegiatan. Tracking dilakukan mulai pukul 8.30 wita yang dimulai dari belakang camp dan keluar di Jalan KC. Peserta diberikan penjelasan oleh narasumber Bapak Ir. Sudin Panjaitan, M.P yaitu pengenalan berbagai jenis yang berada di sekitar KHDTK, diantaranya pengenalan jenis pohon ulin (Eusideroxylon zwageri T & B.) dan ciri-cirinya, jenis meranti (Shorea spp.) dan jenis lainnya, serta penjelasan plot penelitian yaitu ujicoba penanaman berbagai jenis meranti dengan sistem rumpang (gap planting) yaitu ujicoba tanaman meranti tahun 1990.

Di sepanjang perjalanan menuju Jalan KC, dijelaskan pula ujicoba penanaman berbagai jenis meranti sistim jalur, pengenalan jenis pohon dan anggrek disepanjang jalan yang ditempuh dan mengunjungi plot penelitian penanaman ulin dengan sistim jalur dan rumpang yang ditanam pada tahun 1986 dan mengunjungi plot penelitian Tengkawang sistim rumpang yang ditanam tahun 1986.

Pada hari yang sama yaitu pukul 15.00 wita acara dilanjutkan pengenalan dan penjelasan jenis anggrek lokal sebagai praktek lapangan yang telah dibudidayakan pada pohon-pohon di depan camp oleh Syaifuddin, S.Hut. Anggrek yang sudah ditanam di pohon-pohon dekat camp dikenalkan secara langsung kepada siswa-siswi Kanaan. Mulai dari jenis Dendrobium rhodostele, Bulbophyllum vaginatum, Dendrobium babiense, Flickingeria comata, Ceratostylis radiata, Acriopsis liliifolia, Agrostophyllum stipulatum, Bulbophyllum acuminatum, Eulophia nuda, Bulbophyllum flavescens,Dendrobium lamellatum, Eria pudica, Robiquetia spathulata, dan Thecostele alata. Pada saat tracking di hutan, ditemukan juga Eulophia nuda, dan Bulbophyllum flavescens.

Kegiatan berikutnya praktek penanaman yang dimulai pada pukul 16.00 wita dimana sebelum ke lapangan peserta diajarkan teknik budidaya,  penanaman jenis pohon sebanyak 50 batang dengan sistim jalur pada semak belukar yang terdiri dari dua jenis yaitu Meranti merah (Shorea leprosula) dan Mersawa (Anisoptera marginata) pada lokasi yang telah ditentukan oleh pengelola KHDTK.

Pada hari Jumat, 28 April 2017 pukul 7.30 – 9.00 wita kegiatan ini ditutup dengan sessi   penyampaian pesan dan kesan. Perwakilan siswa dan Guru pendamping sangat berterimakasih dan merasa banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan , dan sekaligus menyerahkan plakat/kenang-kenangan ke BP2LHK Banjarbaru yang diterima oleh Ir. H. Madya Rakhman Mado, M.P.

Terakhir, sebagai kenang-kenangan, dipersiapkan oleh tim KHDTK Kintap sebuah poster dan di-cap tiga jari dari masing-masing peserta dan ditandatangani oleh perwakilan BP2LHK Banjarbaru dan guru pendamping. Sertifikat peserta dan Guru pendamping diserahkan oleh Ir. H. Madya Rakhman Mado, M.P. dan Narasumber. Dilanjutkan bersalaman dan ucapan selamat jalan.

Written by :