Makrofauna indikator perubahan ekosistem lahan gambut

Komentar Dinonaktifkan pada Makrofauna indikator perubahan ekosistem lahan gambut 13

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 2/06/2017)_Hasil kajian dari Tim Peneliti BP2LHK Banjarbaru menunjukkan bahwa hutan rawa gambut yang memiliki ketebalan lapisan gambut antara 2-4 meter memiliki dominasi makrofauna lebih tinggi dibandingkan pada lahan gambut yang lebih dalam. Dominasi makrofauna tersebut tidak hanya dilihat dari ketebalan gambut, namun juga dipengaruhi kondisi eksositem gambut. Hasil survey menunjukkan bahwa pada plot pengamatan yang dibuat 1-2 km dari tepi sungai, didominasi oleh 2 genus yaitu Isoptera sejenis rayap, Aranaeda sejenis laba-laba. Semakin jauh dari tepi sungai dominasi genus makrofauna semakin berkurang.

Kegiatan penelitian makrofauna ini yang dilakukan oleh Wawan Halwany dan tim BP2LHK Banjarbaru mengambil lokasi di Taman Nasional Sebangau mewakili ekosistem hutan rawa gambut yang masih baik dan KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) Tumbang Nusa mewakili ekosistem hutan rawa gambut bekas terbakar di Propinsi Kalimantan Tengah.

“Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa perbedaan dominansi makrofauna ini disebabkan kondisi iklim mikro yang berbeda, antara lain kondisi genangan dan kondisi tanah gambut pada bentang lahan /lansekap tersebut. Semakin dekat dengan sungai maka lahan gambut akan mendapat limpasan air sungai yang memiliki kandungan hara dan oksigen lebih baik dibandingkan lahan yang lebih jauh dari sungai tetapi pada sisi lain limpasan air sungai yang besar juga menyebabkan lahan relatif lebih lama tergenang sehingga kelimpahan makrofauna terbesar ada pada jarak 1-2 km dari sungai”. Demikian menurut Wawan Halwany, saat ditemui di BP2LHK Banjarbaru akhir pekan ini.

Sementara itu kondisi yang berbeda pada pengamatan makrofauna tanah gambut terlihat pada lansekap hutan di KHDTK Tumbang Nusa yang mewakili kondisi areal ekosistem lahan gambut bekas terbakar. Jumlah genus yang ditemukan tidak berbeda dengan jumlah genus di TN Sebangau, yaitu berkisar antara 5-9 genus, namun perbedaan yang terjadi adalah dalam genus, dominansi dan komposisinya. Pada setiap plot pengamatan di KHDTK Tumbang Nusa, didominasi oleh genus Hymoptera / sejenis semut. Hal ini dikarenakan jenis ini mempunyai tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap perubahan lingkungan.

Sementara itu kondisi yang berbeda pada pengamatan makrofauna tanah gambut terlihat pada lansekap hutan di KHDTK Tumbang Nusa yang mewakili kondisi areal ekosistem lahan gambut bekas terbakar. Jumlah genus yang ditemukan tidak berbeda dengan jumlah genus di TN Sebangau, yaitu berkisar antara 5-9 genus, namun perbedaan yang terjadi adalah dalam genus, dominansi dan komposisinya. Pada setiap plot pengamatan di KHDTK Tumbang Nusa, didominasi oleh genus Hymoptera / sejenis semut. Hal ini dikarenakan jenis ini mempunyai tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap perubahan lingkungan.

admin

Share a little biographical information to fill out your profile. This may be shown publicly.

View all contributions by admin

Website: http://foreibanjarbaru.or.id