Dyera polyphylla toleran terhadap kondisi genangan

Komentar Dinonaktifkan pada Dyera polyphylla toleran terhadap kondisi genangan 13

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 18/04/2017). Ternyata tanaman jelutung (Dyera polyphylla) mampu menyesuaikan diri pada kondisi genangan. Daya hidup bibit jelutung setelah tergenang pada periode tertentu mencapai 96,7%. Demikian disampaikan  Purwanto B Santosa, Dony Rachmanadi, & Wawan Halwani dalam salah satu publikasi ilmiah mereka yang telah disampaikan dalam seminar nasional “Peranan dan Strategi Kebijakan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dalam Meningkatkan Daya Guna Kawasan Hutan”  Yogyakarta, 6 November 2014.

Jelutung (Dyera polyphylla) merupakan salah satu HHBK penghasil getah yang merupakan jenis pohon asli yang berhabitat di lahan rawa gambut. Jelutung dipilih sebagai jenis tanaman yang digunakan dalam upaya untuk memulihkan lahan gambutterdegradasi karena mempunyai daya adaptasi yang baik dan teruji pada lahan gambut, pertumbuhannyarelatif cepat dan dapat dibudidayakan dengan manipulasi lahan yang minimal, serta dapat diperoleh hasilhasil ganda yaitu getah dan kayu. Budidaya jenisjelutung rawa (Dyera polyphylla (Miq.)V. Steenis) di lahan rawa gambut saat ini dihadapkan pada kondisi lingkunganyang ekstrim yaitu ketergenangan.

Penelitian yang dilakukan oleh Purwanto dkk bertujuan untuk mengetahui waktu untuk beradaptasitanaman jelutung rawa pada kondisi genangan sebagai salah satu pertimbangan dalam melakukan manipulasilingkungan pertumbuhan. Perlakuan yang diberikan adalah periode genangan setelah ditanam yaitu2 minggu (P1), 4 minggu (P2) dan 6 minggu (P3). Penelitian ini dilaksanakan di persemaian KHDTK Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah. KHDTK Tumbang Nusa terletak di desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Propinsi Kalimantan Tengah.

Penanaman Jelutung rawa dilakukan pada bak yang terbuat dari papan kayu berukuran 100cm x 60cm x 50cm(300.000 cm3) dan dilapisi plastik pada bagian dasar dan dindingnya untuk menampung air. Penggenangandilakukan pada setiap bak pengamatan menggunakan air gambut. Untuk mengontrol ketinggian genanganagar tetap konstan, pada setiap bak pengamatan diberi paralon saluran pembuangan jika air berlebih saathujan turun.

Hasil penelitian Purwanto dkk menunjukkan perlakuan penggenangan 4 minggu setelahpenanaman (perlakuan P2) memiliki pertumbuhan tanaman yang paling besar, baik pada tinggi,diameter, jumlah daun maupun berat kering tanaman. Tinggi rata-rata pada perlakuan P2 adalah 26,81 cm;diameter 0,65 dan jumlah daun 12,8 helai. Berat kering bagian batang (top) adalah 3,1 g dan berat keringakar (root) adalah 1,1 g.

Selain dari pertumbuhan dan pertumbuhan relatif yang paling besar pada perlakuan P2, ternyata dayahidup pada perlakuan ini juga paling besar yaitu mencapai 96,7%. Daya hidup yang terendah adalah 83,3%. pada perlakuan P1 dan P3. Secara umum daya hidup tanaman pada semua perlakuan baik yaitu mencapai 80%, hal inimengindikasikan bahwa tanaman dapat toleran dengan kondisi genangan. Sebagai salah satu jenis rawagambut, Dyera polyphylla memiliki strategi pertumbuhan agar dapat toleran dengan kondisi genangan ***(JND).

admin

Share a little biographical information to fill out your profile. This may be shown publicly.

View all contributions by admin

Website: http://foreibanjarbaru.or.id