Begini Cara KHDTK Riam Kiwa Mengatasi Peladang Liar

Komentar Dinonaktifkan pada Begini Cara KHDTK Riam Kiwa Mengatasi Peladang Liar 7

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 15/09/2017). Adanya peladang liar di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK), seringkali menjadi batu kerikil dalam pengelolaan kawasan. Begitupula yang terjadi di KHDTK Riam Kiwa. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim pengelola KHDTK Riam Kiwa secara berkala mengadakan pendekatan kepada masyarakat yang didampingi oleh perangkat desa.

Salah satu bentuk pendekatan yang dilakukan oleh tim manajemen KHDTK Riam Kiwa adalah dengan melakukan sosialisasi dan pembinaan masyarakat peladang di KHDTK Riam Kiwa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 13 September 2017 di area KHDTK Riam Kiwa. Sejumlah pejabat setempat turut serta dalam kegiatan ini, antara lain tim Polsek Pengaron, Pembekal Lobang Baru, dan aparat desa Loktunggul. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru serta Kepala Seksi Sarana dan Prasarana. Selain bertujuan untuk menekan angka pembukaan lahan di KHDTK Riam Kiwa, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah pembukaan lahan yang mengakibatkan kebakaran lahan.

Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan melakukan sosialiasi secara langsung kepada peladang-peladang serta memberikan peringatan dan himbauan agar tidak merambah kawasan KHDTK. “Cara sosialisasi secara langsung ini kita coba karena cara sosialisasi atau pertemuan formal kurang efektif,” ungkap Rusmana, S.Hut yang merupakan peneliti sekaligus pengelola KHDTK Riam Kiwa. Hingga awal tahun 2017 hingga saat ini, kegiatan ini telah dilakukan pada kurang lebih 70 peladang di KHDTK Riam Kiwa. Peladang yang membuka lahan di KHDTK Riam Kiwa umumnya membuka lahan untuk ditanami komoditas palawija dan karet.

“Dalam jangka panjang, dengan adanya komunikasi antara masyarakat dengan pengelola KHDTK Riam Kiwa kami mengharapkan nantinya ada kerjasama yang saling menguntungkan antara masyarakat dengan KHDTK Tumbang Nusa”, tambah Rusmana, S.Hut.

Sebagai informasi, KHDTK Riam Kiwa merupakan KHDTK yang dibangun pada tahun 1986 atas kerjasama Republik Indonesia dan Finlandia dalam proyek ATA-267. Luasan KHDTK Riam Kiwa adalah sekitar 500 Ha dan dikhususkan dalam kegiatan penelitian rehabilitasi di lahan kering yang memiliki vegetasi awal yakni Alang-alang (Imperata cylindrica). Secara adminitratif pemerintahan, KHDTK ini ada dalam wilayah Desa Lubang Baru ,Desa Loktunggul , Desa Maniapun, Kecamatan Pengaron dan Desa Sungai Jati , Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. KHDTK Riam Kiwa berjarak 50 Km sebelah Timur Laut dari kota Banjarbaru.

admin

Share a little biographical information to fill out your profile. This may be shown publicly.

View all contributions by admin

Website: http://foreibanjarbaru.or.id