Fauna Tanah Melimpah di Kebun Dukuh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Komentar Dinonaktifkan pada Fauna Tanah Melimpah di Kebun Dukuh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan 10

BP2LHK_Banjarbaru(Banjarbaru _28092017). Desa Kiram merupakan salah satu daerah penghasil buah-buahan di Kalimantan Selatan yang memiliki struktur tanamannya menyerupai struktur hutan alam. Masyarakat lokal menyebutnya dengan sebutan dukuh atau kebun dukuh. Dukuh didominasi oleh jenis buah-buahan dengan pola tanam tidak teratur dan dengan strata umur yang tidak seragam berada di sekitar pemukiman dan di bekas ladang masyarakat.

Dalam ilmu agroforestri dukuh termasuk kedalam bentuk multipurpose forest tree production systems, yaitu sistem pengelolaan dan penanaman berbagai jenis kayu, yang tidak hanya untuk hasil kayunya, akan tetapi juga daun-daunan dan buah-buahan yang dapat digunakan sebagai bahan makanan manusia, ataupun pakan ternak. Pola-pola agroforesrti yang beragam diyakini akan berdampak terhadap kondisi biekologi lahan tersebut. Salah satunya adalah kehadiran dari fauna tanah.

Wawan Halwani bersama dengan tim peneliti dari Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru telah melakukan penelitian kelimpahan dan keragaman fauna tanah pada kebun dukuh (kebun buah-buahan). Metode yang digunakan adalah dengan pengambilan contoh tanah (PCT) dan perangkap sumuran (PSM).

Berdasarkan metode pengambilan contoh tanah (PCT) ternyata kelimpahan fauna tanah pada kebun dukuh sekitar 124,8-60,8 (individu/m2). Jumlah jenis yang ditemukan 14 -7 takson. Fauna tanah yang dominan ditemukan adalah isoptera (27%), isopoda (12,2%) dan hymenoptera (27,8%).

Nilai indeks keragaman (H‘) pada pengambilan contoh tanah berkisar 2,45 – 1,28. Pada metode perangkap sumuran kelimpahan individu berkisar 1549 -101 individu. Jumlah jenis takson yang ditemukan sebanyak 14-10 takson, fauna tanah yang dominan ditemukan collembola (94,5%) dan hymnoptera (1,2%). Keragaman fauna tanah (H‘) pada perangkap sumuran didapat nilai indeks keragaman sekitar 1,66 -0,20.

Fauna tanah merupakan bagian ekosistem tanah yang kehidupannya tidak sendiri, melainkan berinteraksi dengan faktor lain di dalam lingkungan. Fauna tanah bersifat sensitive terhadap perubahan pola tanam lahan. Sehingga fauna tanah ini bisa dijadikan bioindikator lahan. Makro fauna tanah mempunyai peranan penting dalam dekomposisi bahan organik tanah guna menyediakan unsur hara. Makro fauna tanah akan meremah-remah substansi nabati yang mati, kemudian bahan tersebut dikeluarkan dalam bentuk kotoran. Kotoran organisme perombak ini akan ditumbuhi bakteri untuk diuraikan lebih lanjut dengan bantuan enzim spesifik sehingga terjadi proses mineralisasi.

Jenis fauna collembola cukup melimpah dan dominan pada dukuh. Peran Collembola yang paling terkenal adalah sebagai salah satu komponen yang membantu perombakan bahan organik dalam proses mineralisasi. Collembola berperan aktif dalam pengaturan perbandingan C/N dalam tanah. Perbandingan C/N merupakan parameter laju perombakan bahan organik. Collembola dapat menjadi faktor penentu dinamika populasi kelompok pemangsa.

Keberadaan fauna yang melimpah dan cukup beragam di dukuh menunjukkan bahwa pola tyanam dengan sistem ini mampu menciptakan lingkungan yang baik bagi berkembangnya fauna tanah yang akan mendukung kesubutran tanah dan pertumbuhan tanaman. Untuk itu, pola tanam seperti ini bisa diadopsi dan diberi input tambahan sehingga produktifitas meningkat dan keseimbangan ekosistem kondisi ekologi tetap terjaga (***JND).

Sumber :
Wawan Halwany , Adnan Ardana, Ahmad Ali Mustopa Dan Manaon Ams. 2015.
Kelimpahan Dan Keragamanan Fauna Tanah Pada Kebun Dukuh Kabupaten Banjar
Kalimantan Selatan. Prosiding Prosiding Seminar Nasional Sewindu Bpthhbk Mataram
Mataram, 1 Oktober 2015. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Badan
Penelitian, Pengembangan Dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.

admin

Share a little biographical information to fill out your profile. This may be shown publicly.

View all contributions by admin

Website: http://foreibanjarbaru.or.id