BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 03/11/2017). Kamis, 02 November 2017 salah satu peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru berkesempatan untuk berbagi pengalaman dengan penyuluh kehutanan Kalimantan Selatan terkait pengetahuan umum tentang mikroba pada tanaman khususnya aplikasi mikoriza pada tanaman kehutanan. Sharing pengatahuan ini dilakukan dalam rangka alih teknologi (Altek) pada kegiatan pelatihan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Penyuluh Kehutanan (Angkatan III) tahun 2017.

Safinah S. Hakim, S.Hut; selaku peneliti yang memberikan materi alih teknologi memberikan berbagai informasi terkait mikroba yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, serta mikroba yang dapat menumbuhkan pertumbuhan tanaman contohnya Bakteri Rhizobium Peningkat Pertumbuhan Tanaman, Bakteri Penambat Nitrogen, cendawan endofit serta mikoriza. Khusus mikoriza, pada sesi ini dijelaskan dengan lebih jelas berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah dilakukan oleh BP2LHK Banjarbaru.

“Pemberian materi ini ditujukan agar penyuluh kehutanan di lingkup Kalimantan Selatan dapat mendorong petani kehutanan binaanya untuk lebih memanfaatkan mikroba untuk meningkatkan hasil budidayanya,” ungkap Safinah selaku pemberi materi. Tak hanya itu, dijelaskan pula oleh Safinah bahwa sudah saatnya petani mengurangi ketergantungannya pada pupuk kimia dalam memproduksi tanaman kehutanan. Selama pemberian materi ini, beberapa peserta mengajukan beberapa pertanyaan terkain aplikasi mikoriza pada tanaman kehutanan serta bagaimana metode pembuatan mikoriza.

Sebagai informasi, kegiatan alih teknologi ini merupakan bagian kegiatan yang diselanggarakan selama 01-03 November untuk meningkatkan SDM Penyuluh Kehutanana dan penyamaan persepsi mengenai kebijakan-kebijakan Dinas Kehutanan, memperjelas peran dan posisi penyuluh kehutanan dalam kegiatan-kegiatan kehutanan terutama yang berhubungan dengan masyarakat langsung. Selain materi yang diberikan oleh BP2LHK Banjarbaru, peserta juga mendapat materi lain yakni tentang kebijakan kehutanan, perlindungan hutan, revolusi hijau, pemetaan, dan lain-lain. Kegiatan ini dilaksanakan di Lerina Inn Banjarbaru serta diikuti oleh 35 orang penyuluh kehutanan pegawai negri sipil (PNS) yang berasal dari KPH yang ada Kalimantan Selatan.

Written by :