MERUBAH LIMBAH KAYU MENJADI BERMANFAAT

Komentar Dinonaktifkan pada MERUBAH LIMBAH KAYU MENJADI BERMANFAAT 3

BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 24 Maret 2017). Limbah kayu pasca kebakaran di hutan rawa gambut dapat dirubah menjadi arang kayu.  Riswan Ariani, Rudi Supriadi teknisi litkayasa BP2LHK Banjarbaru dan Purwanto Budi Santosa peneliti dari BP2LHK Banjarbaru membuat arang dan cuka kayu dari limbah kayu tersebut.

Kebakaran lahan dan hutan rawa gambut di KHDTK Tumbang Nusa tahun 2015 lalu, mengakibatkan sebagian areal tersebut terbakar. Limbah kayu pasca kebakaran yang menumpuk, merupakan ancaman terhadap terjadinya kebakaran karena melimpahnya biomasa kayu yang ada di permukaan, ungkap Riswan. Karenanya kami coba membuat arang dan cuka kayu setelah mendapatkan informasi dari Profesor Riset Gustan Pari, lanjut Riswan.

Ada 3 jenis limbah kayu yang digunakan sebagai bahan, yaitu jenis Mertibu (Dactylocladus stenotachys), Geronggang (Cratoxylum sp)., dan  Meranti bunga (Shorea teysmanniana). Dari kegiatan ujicoba tersebut dari 47.73 kg bahan baku, menghasilkan 5,8 kg arang, 1,5 liter cuka kayu, dengan rendemen arang 10,49% dan rendemen cuka kayu 5,31%, jelas Purwanto.

Lebih lanjut Rudi menjelaskan alat pembakaran kayu untuk pembuatan arang dan cuka kayu  terbuat dari bahan drum bekas  oli dengan tinggi 90 cm dan diameter 60 cm. Pada bagian dasar drum dibuat lobang-lobang berfungsi sebagai  menggunakan bor. Pada bawah dibuat  tungku sebagai tempat untuk membakar kayu. Pada bagian atas alat dibuat lubang pembuangan asap berupa cerobong dari bahan pipa diameter 2 inchi, dengan ukuran tinggi 20 cm. Bagian atas drum, dibuat penutup yang dapat dibuka dan ditutup.

Dari hasil kegiatan tersebut, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar KHDTK Tumbang Nusa, maka dilaksanakan kegiatan alih teknologi (altek) arang terpadu (arang, arang kompos dan cuka kayu) pada tanggal 8 Desember 2017 dengan mendatangkan Profesor Riset Gustan Pari selaku narasumber.

Tidak hanya diberikan materi, namun peserta altek mempraktekkan langsung pembuatan arang terpadu tersebut  di KHDTK Tumbang Nusa. Mereka sangat antusias untuk mencoba mempraktekkan ilmu yang sudah didapatkan. Dari 30 peserta altek dibagi  menjadi 3 kelompok dengan masing-masing  menggunakan 1 drum dan tungkunya. Masing-masing kelompok ditantang oleh profesor Gustan, bila diantara mereka yang hasilnya paling banyak dan prakteknya sesuai dengan tata cara yang beliau ajarkan, akan mendaptkan hadiah.  Dan kelompok I yang mendapatkan hadiah spesial dari Profesor Gustan Pari.

Upaya untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat agar menjaga lingkungan disekitar mereka, khususnya hutan rawa gambut yang sangat rentan terjadi kebakaran, harus terus dilakukan. Pendampingan , sosialisasi  dan mekanisme pasar yang stabil sangat diharapkan masyarakat agar upaya mereka memanfaatkan lahan gambut untuk peningkatan ekonomi mereka dapat terus berjalan. Kerjasama dari berbagai pihak baik pemerintah dan elemen masyarakat lainnya menjadi hal yang penting, untuk gambut lestari dan masyarakat sejahtera. (Fzh)

admin

Share a little biographical information to fill out your profile. This may be shown publicly.

View all contributions by admin

Website: http://foreibanjarbaru.or.id