Abstrak

Aplikasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) sampai saat ini dilakukan dengan cara meletakkan inokulum FMA ke bidang perakaran pokok. Cara ini dianggap kurang praktis karena produk yang dikemas harus menyertakan media penggandaan FMA sehingga cenderung memakan tempat dan berat untuk dipindahkan. Selain itu, jumlah spora yang diinokulasikan untuk setiap tanaman tidak diketahui dengan tepat. Sementara itu informasi tentang teknologi pengemasan FMA yang dikemas dalam bentuk sederhana, praktis, dan aplikatif masih sangat terbatas. Makalah ini mengulas berbagai informasi tentang teknologi pengemasan inokulum FMA dari beberapa penelitian yang telah dilakukan. Kajian ini disusun dengan melakukan studi literatur melalui pengumpulan berbagai referensi yang memuat berbagai konsep dan teori mengenai teknologi pengemasan mikoriza khususnya endomikoriza. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif untuk menentukan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih teknologi pengemasan mikoriza tersebut. Dari kajian ini diketahui bahwa FMA dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk kemasan mulai dari kemasan alumunium foil, plastik (botol plastik dan polietilen), kapsul, hingga kemasan dalam bentuk enkapsulasi Na-alginat. Hasil studi menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan fungi mikoriza arbuskula, yaitu jenis kemasan, jenis bahan pencampur (carrier), suhu penyimpanan, dan durasi (lama) penyimpanan inokulum mikoriza.

 

Kata Kunci : mikoriza arbuskula, spora, pengemasan,kapsul, plastik, Na-alginat

 

Media Publikasi :                           

Jurnal Volume 3 Nomor 2 November 2017

Penulis :

Dewi Alimah dan Tri Wira Yuwati

Unduh File

Jurnal Volume 3 Nomor 2 November 2017