BP2LHK_Banjarbaru(Banjarbaru _19012018). “ Menanam adalah  ibadah dan akan  menjadi amal jariyah bagi kita semua”, demikian disampaikan Ir. Tjuk Sasmito Hadi, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru, pada acara penanaman bersama keluarga besar Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) Pengda Kalimantan Selatan. Acara tersebut berlangsung pada hari Jum’at 19 Januari 2018 di arboretum BP2LHK Banjarbaru.

Acara tersebut diikuti oleh karyawan-karyawan  BP2LHK Banjarbaru dan keluarga besar IKA SKMA Pengda Kal-Sel yang berjumlah sekitar 60 orang. “Kami sangat berterimakasih BP2LHK Banjarbaru menerima dan memfasilitasi kegiatan penanaman sebagai bagian dari rangkaian acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IKA SKMA Pengda Kal-Sel,” demikian disampaikan Beny Tomasila, Ketua pengurus IKA SKMA  Pengda Kal-Sel.

Pada acara tersebut ditanam 71 bibit  yang terdiri dari tanaman obat-obatan dan tanaman buah-buahan. Jenis tanaman buah yaitu :  jambu jamaica, sawo, rambutan, manggis, mangga golek, duku palembang, cempedak dan jeruk lemon. Jenis-jenis tanaman obat-obatan lokal yaitu : kemunting rantau laki, bayur, tampar badak, duhat, dungur, kalangkala, limpasu walang dan kupang.

“Pemilihan jenis tanaman dan lokasi tanaman disesuaikan dengan design pengelola arboretum,” papar Syaifudin, S. Hut, pengelola arboretum BP2LHK Banjarbaru. BP2LHK Banjarbaru sendiri memiliki areal yang cukup luas yaitu 9.5 ha  yang terdiri dari areal perkantoran, laboratorium, perpusatakaan, persemaian dan arboretum. Jenis-jenis yang ditanam di arboretum saat ini didominasi oleh jenis-jenis eksotik yang cepat tumbuh seperti : Acacia mangium, Eucalyptus sp, Pinus merkusii, dll. Penanaman jenis-jenis tanaman lokal terus dilakukan oleh pengelola arboretum, salah satunya dengan kerjasama penanaman.

“Harapan kami ke depan, dari tahun ke tahun koleksi arboretum Litbang LHK Banjarbaru akan terus bertambah sehingga bisa menjadi hutan kota yang baik. Arboretum ini diharapkan bisa menjadi wadah konservasi dari jenis-jenis asli Kalimantan, “ papar Syaifudin *** (JND).

Written by :