BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru,02/02/2018). Sebagai salah satu pusat riset gambut di Indonesia, Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa yang terletak di Pulang Pisau Kalimantan Tengah diketahui merupakan habitat berbagai jenis satwa. Untuk mendata serta mendokumentasikan keanekaragaman satwa yang ada, pengelola KHDTK Tumbang Nusa berkolaborasi dengan komunitas fotografi “One Day Community”.

One day Community merupakan komunitas fotografer yang ada di Palangkaraya Kalimantan Tengah. Komunitas ini merupakan kumpulan pehobi fotografi yang berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, antara lain Pegawai Negeri Sipil dan juga Pegawai ini Swasta.

Kegiatan kolaborasi ini dilakukan selama kurang lebih dua bulan pada akhir tahun 2017 lalu. Pehobi fotografi ini dalam kegiatannya mendokumentasikan burung dan juga fauna agen penyebar biji yang ada di kawasan KHDTK Tumbang Nusa.

“Ada banyak satwa yang berhasil didokumentasikan pada kegiatan ini,” ujar Beny Rahmanto, S.Hut, peneliti BP2LHK Banjarbaru yang juga menjadi inisiator kegiatan ini. Beberapa jenis satwa yang berhasil didokumentasikan dalam kegiatan ini adalah burung luntur diard, orang utan, tupai kerdil, dan tupai kelapa. Ditambahkan oleh Beny Rahmanto, jumlah jenis burung yang didokumentasikan kurang lebih 40 jenis burung. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, diketahui bahwa hutan yg tdk terbakar memiliki keanekaragaman jenis burung yg tinggi dibanding area yang terbakar. Hal tersebut berkaitan erat dgn keragaman vegetasi sbg habitat dan sumber pakan burung maupun fauna lainnya.

Hasil dari kolaborasi ini nantianya akan dituangkan menjadi bentuk buku panduan lapang keanekaragaman avifauna dan fauna agen penyebar biji di KHDTK Tumbang Nusa. Saat ini, buku tersebut masih dalam proses review oleh Yayasan Burung Inonesia.

“Adanya koloborasi seperti ini menunjukkan bahwa sebenarnya masyarakat dari berbagai kalangan tertarik untuk berpartisipasi dalam melestarikan hutan gambut. Saya harap, bukan hanya komunitas fotografi saja yang berpartisipasi, tapi komunitas-komunitas lain juga ikut bergabung untuk merestorasi hutan gambut”, tambah Benny.

Written by :