BP2LHK_Banjarbaru(Banjarbaru_24022018). Badan Restorasi Gambut (BRG) bekerjasama dengan Winrock International mengadakan acara pertemuan, koordinasi, diskusi terfokus dan tinjau lapang bertema “ Membangun Konsorsium Perluasan Riset Aksi Paudikultur Berbasis Kesatuan Hidrologis Gambut” . Acara dilaksanakan di Riau dari tanggal 12-15 Pebruari 2018.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari acara pertemuan Kick of Meeting Konsorsium Paludikultur BRG bulan November 2017, serta dalam kerangka kerja sama antara BRG, Winrock International dalam membangun konsorsium perluasan riset aksi paludikultur berbasis kesatuan hidrologis gambut

Pada kesempatan tersebut, dipaparkan peluang dan tantangan paludiklultur di Indonesia yang disampaikan oleh Dr. Yunita, peneliti Pusat Penelitian Pengembangan Hutan  (Puslitbang Hutan) dan hasil-hasil riset dengan institusi terkait.

Kegiatan riset paludikultur sendiri melibatkan 7 (tujuh)  institusi yang bekerjasama dgn BRG yaitu  Balai Penelitian dan pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru , BP2LHK Palembang, Puslitbang Hutan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Jambi, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut teknologi Bandung (ITB).

BP2LHK Banjarbaru turut serta aktif dalam acara tersebut yang diwakili oleh Tri Wira Yuwati, peneliti madya di BP2LHK Banjarbaru. Pada forum, Tri Wira Yuwati menyampaikan kegiatan dan hasil yang telah dicapai dari  riset paludikultur BP2LHK Banjarbaru. ”Kegiatan riset paludikutur BP2LHK Banjarbaru telah dilaksanakan di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dan memberikan hasil yang sangat memuaskan”, papar Tri Wira Yuwati.

Kegiatan riset paludikultur di BP2LHK Banjarbaru sendiri meliputi 5 kegiatan yaitu (1) kajian model-model paludikultur pada beberapa tipologi gambut, (2) kajian teknik budidaya komoditas unggulan paludikultur, (3) Pembangunan demplot paludikultur, (4) Analisis ekonomi model-model paludikultur, (5) Analisis biofisik dan produktivitas lahan setiap model paludikultur.

Selain pemaparan instansi terkait, juga dilakukan kunjungan lapangan ke  Tanjung leban kab Bengkalis (eks sawit yang ditanami 20 jenis tanaman lokal) dan ke Tanjung Medan, kab. Siak untuk melihat project kerjasama winrock internasional  dan Perkumpulan Elang tentang  green farming pada eks kebun sawit.

Di akhir diskusi, disetujui terbentuknya konsorsium riset aksi paludikultur dimana yang core nya adalah 7 (tujuh) institusi yang bekerjasama dgn BRG, Winrock Internasional l dan Perkumpulan Elang. Selain itu juga akan diadakan pertemuan rutin dan koordinasi minimal 6 bulan sekali , penerbitan publikasi baik berupa prosiding atau buku  dan pembuatan road map penelitian paludikultur.

Diharapkan dengan adanya kerja sama ini program restorasi gambut serta kegiatan pembangunan berkelanjutan di beberapa lokasi prioritas restorasi gambut dapat terlaksana dan menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak terkait ***(JND).

 

Written by :