BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, Maret 2018). Pohon pohon nyawai (Ficus variegata) raksasa ditemukan tim peneliti  Balai Litbang LHK Banjarbaru. Tim peneliti  nyawai ini yang terdiri dari Junaidah, S.Hut, MSc, Reni Setyo Wahyuningtyas, S.Hut, MSc dibantu Muhlisin  dan Abdul Qodir. Pohon besar ini kami temukan saat eksplorasi di desa Kahelaan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu. Pohon ini mempunyai tinggi lebih dari 40 meter dan diameter lebih dari 1,5 meter, bahkan perlu berpegangan merentangkan kedua tangan tiga  orang untuk mengukur banirnya.” ujar Junaidah saat ditemui di ruang kerjanya.

“Tim kami  melakukan eksplorasi nyawai di   Kalimatan Barat, Kalimatan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimatan Timur. Eksplorasi ini bertujuan untuk uji provenansi dan uji keturunan nyawai. Dalam eksplorasi kami mencari pohon–pohon induk  yang sedang berbuah, penampilan baik, bebas dari hama  penyakit. Buah-buah dari pohon induk yang terpilih tersebut kami semai untuk dibuat bibitnya di persemaian. Setelah siap tanam, bibit nyawai kami tanam di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Riam Kiwa sesuai desain penelitian yang telah kami rencanakan.” Demikian tambah Junaidah, ketua tim peneliti nyawai.

Sementara itu, Reni Setyo Wahyuningtyas menambahkan bahwa pohon nyawai ini mempunyai pertumbuhan baik dan  banyak kegunaannya. Jenis pohon nyawai ini mempunyai pertumbuhan yang cukup cepat. Riap rata-rata volume mencapai 20 m3/hektar / tahun pada umur 8 tahun. Pohon nyawai juga dapat digunakan sebagai kayu pertukangan dan pulp, penyimpan air tanah, makanan satwa, serta bahan obat tradisional. Dari beberapa pengamatan lapangan, nyawai ditemukan di sumber-sumber air, dan sungai. Pohon ini diduga mempunyai peran penting untuk konservasi air. Masyarakat suku dayak di sekitar pegunungan meratus di Kalimantan Selatan juga melindungi pohon ini karena  sering menjadi habitat lebah,” kata Reni.

Selanjutnya Reni juga menginformasikan pohon nyawai dapat tumbuh besar di dalam hutan.  “Menurut orang Banjar, Ficus variegata mempunyai beberapa sebutan antara lain Nyawai, Loa Banang, Loa Linuh.  Jenis ini umumnya dapat ditemukan di tepi hutan sekunder.  Pada kondisi tempat tumbuh yang sesuai, nyawai dapat tumbuh  menjadi pohon dominan di hutan (emergent trees)”.

Balai Litbang LHK Banjarbaru, telah melakukan penelitian jenis pohon nyawai  sejak tahun 2015. Saat ini telah ditanam lebih dari 8 hektar tanaman nyawai di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Riam Kiwa.

***

 

Written by :