BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, Maret 2018). Pada 13-15 Maret 2018, tim ekspedisi dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru mendapatkan informasi keberadaan pohon langka yang ada di Desa Panggung, Desa Inan, dan Desa Mantuyan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Dalam pelaksanaan ekspedisi ini, tim litbang LHK Banjarbaru didampingi oleh Forum Komunitas Hijau Balangan.

“Pohon-pohon yang ditemui selama ekspedisi ini, langka dan unik serta menyimpan banyak manfaat. Sebagai contoh Pohon Jelamu yang sempat viral di medsos, atau dikenal juga dengan nama latin Canarium decumanum. Pohon ini diperkirakan sudah berumur ratusan tahun, memiliki diameter batang 203 cm dan keliling banir 25,7 meter. “Kira-kira diperlukan belasan orang bergandengan untuk dapat mengelilingi pohon ini”, ungkap Syaifuddin, S.Hut, peneliti sekaligus pemimpin ekspedisi ini. Pohon ini merupakan habitat lebah madu dengan jumlah sarang mencapai ratusan buah dalam satu pohon, jelas Syaifuddin.

Lebih lanjut Syaifuddin menuturkan ada beberapa jenis pohon besar lainnya yang berhasil ditemukan pada kegiatan ini yakni pohon, Kusi (Koompasia excelsa), Durian Lahung (Durio dulcis), Binjai Wangi (Mangifera sp.), dan Tandui (Mangifera sp.)”.

Ada pula Tandui (Mangifera sp.) yang buahnya enak dikonsumsi serta memiliki kulit batang yang berkhasiat obat. Berdasarkan informasi masyarakat, meminum rebusan kulit batang tandui secara rutin dalam tiga bulan dapat menyembuhkan penyakit diabetes dan stroke ringan. Manfaatnya yang tinggi, membuat masyarakat berlomba-lomba mengambil kulit batang pohon Tandui ini. Selain itu, akar dari pohon ini berkhasiat sebagai obat penawar bisa ular.

Sayangnya, permudaan jenis ini relatif susah karena semainya sering dimakan oleh satwa dan berjatuhan sebelum masak. Hal ini membuat harga bibit anakan Tandui cukup mahal yakni Rp. 500.000,-/batang.

Selain itu, Edi Suryanto dan Ahmad Ali Musthofa, anggota tim ekspedisi sekaligus teknisi di          Litbang LHK Banjarbaru mengungkapkan bahwa tim ekspedisi ini juga berhasil menemukan jenis-jenis anggrek hutan dan buah hutan asli Kalimantan diantaranya Thrixpermum sp., Corymborkis sp., Nervilia aragoana, buah Maritam, buah Maharawin, dan buah Kerantungan.

Selama kegiatan ini, tim ekspedisi juga melakukan pengumpulan anakan alam jenis-jenis langka yang dijumpai tersebut dan akan ditanam di arboretum Litbang LHK Banjarbaru untuk menjadi koleksi sekaligus sebagai upaya konservasi jenis-jenis tersebut ***.

Written by :