BP2LHKBJB (Banjarbaru 27/03/18)_Banjarbaru, Selasa 27/03/18 Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si., melakukan pembinaan kepegawaian di Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (BP2LHK) Banjarbaru.

Acara diawali dengan penyampaian profil BP2LHK Banjarbaru oleh Kepala BP2LHK Banjarbaru Ir. Tjuk Sasmito Hadi, MSc. “Suatu kehormatan kami mendapat kunjungan dari Ibu, dan harapannya kita mendapatkan arahan dalam meningkatkan kinerja Balai”, ungkap Tjuk yang selanjutnya memaparkan kondisi sumber daya manusia (SDM), kegiatan penelitian, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), Kerjasama penelitian dan publikasi hasil penelitian.

“Saya baru pertama kali berkunjung ke BP2LHK Banjarbaru, kesan saya suasananya yang sejuk, dengan barisan pohon lengkap dengan nama daerah dan ilmiahnya tertata rapi. Apalagi mendapat nilai plus menjadi hutan kota Banjarbaru”, ungkap Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si mengawali sambutannya .

Sylvana melanjutkan arahannya bahwa KHDTK yang dimiliki oleh BLI harus dimanfaatkan. “KHDTK harus menjadi show window untuk hasil penelitian BLI, jadi BP2LHK Banjarbaru harus betul-betul mengelola 4  KHDTK yang dimiliki”.

Sylvana menegaskankan lagi bahwa penelitian seyogyanya dilaksanakan di KHDTK. Berkesesuaian dengan yang sudah dilaksanakan di BP2LHK Banjarbaru 2018, untuk penelitian Bioprospeksi Mikroba hutan rawa gambut dilaksanakan di KHDTK Tumbang Nusa. Penelitian Uji Provenans Sumber Benih Nyawai (Ficus variegeta Blume) dilaksanakan di KHDTK Riam Kiwa. Sedangkan penelitian Gaharu sebagai obat herbal terstandar yang tahun ini dilaksanakan di lab, maka Sylvana mengarahkan agar tanaman gaharu ditanam di KHDTK sehingga dapat diketahui proses hingga dihasilkan obat herbal terstandar.

Selain itu Sylvana juga menegaskan bahwa KHDTK dapat diarahkan menjadi tempat wisata ilmiah. “Tapi jangan pakai istilah ekowisata karena itu sudah milik KSDAE, jadi kita BLI gunakan istilah wisata ilmiah”.

Lebih lanjut Sylvana mencontohkan KHDTK Tumbang Nusa yang merupakan satu-satunya KHDTK di lahan gambut. Maka KHDTK Tumbang Nusa diarahkan menjadi wisata ilmiah, dari sisi bahwa gambut yang dulunya hanya menjadi sumber penyebab kebakaran hutan, namun dapat ditanami dan menghasilkan untuk masyarakat.  Bahkan KHDTK dapat menjadi penghasil PNBP untuk kegiatan Camping, shooting dan foto, Jelas Sylvana.

“Saya rencanakan Press Tour 2018 ini salah satunya di Kalimantan Selatan. Ada dua alternatif yaitu di KHDTK Tumbang Nusa dengan rawa gambutnya, atau di KHDTK Rantau dengan rencana  pengembangan perhutanan sosial melalui kemitraan bersama masyarakat di sekitar KHDTK.

Secara umum untuk seluruh karyawan BP2LHK Banjarbaru, Sylvana berpesan agar melakukan tugas sesuai dengan SK masing-masing. “Bekerjalah sesuai dengan tupoksi anda, dan bila anda melakukan pekerjaan diluar tupoksi, catat dalam laporan bulanan, dan itu menjadi point tambahan”. pesan Sylvana.

Setelah arahan dari Sekretaris Badan Litbang, acara dilanjutkan dengan pembinaan kepegawaian dari Kabag. Kepegawaian Hukum Organisasi dan Tata Laksana, BLI, Ir. R. Gunawan Hadi Rahmanto, M.Si dan Bayu Subekti, Kasubag Hukum , Organisasi dan Tata Laksana, Bagian KHOTL Sekretariat BLI  terkait Peta jabatan dan analisis beban kerja di lingkup BLI dan khususnya lingkup BP2LHK Banjarbaru.

Acara ditutup dengan sesi diskusi, yang membahas baik masalah kepegawaian, dan kinerja BP2LHK Banjarbaru secara umum.

Sebagai bukti kunjungan Sylvana ke BP2LHK Banjarbaru, maka beliau dan juga semua tim dari Sekretariat BLI didaulat untuk menanam pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri)  di halaman arboretum BP2LHK Banjarbaru.

Sebagai informasi, Sylvana dan tim juga melanjutkan kunjungan kerjanya ke KHDTK Tumbang Nusa pada hari Rabu, 28/03/18.

Written by :