BP2LHK Banjarbaru (Banjarbaru, 9/5/2018)_Dalam rangka kuliah lapang , 197 orang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat berkunjung ke Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru. Didampingi enam orang dosen pengajar, kuliah lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2018 di arboretum BP2LHK Banjarbaru.

Dari 197 mahasiswa tersebut terbagi menjadi 123 mahasiswa mata kuliah perlindungan hutan, 48 mahasiswa mata kuliah hama penyakit hutan, 40 mahasiswa mata kuliah teknologi persemaian, 3 mahasiswa teknologi benih, dan 15 mahasiswa dari jalur ekstensi.

Kegiatan yang dilaksanakan merupakan kuliah lapangan dari 4 mata kuliah yaitu Perlindungan Hutan, Hama Penyakit Hutan, Teknologi Benih, dan Teknologi Persemaian . Kuliah lapangan ini penting agar para mahasiswa mengetahui bagaimana prakteknya dari teori yang sudah mereka dapatkan di perkuliahan.

“Salam Rimbawan “,Pekik Ir.Tjuk Sasmito Hadi, MSc Kepala BP2LHK Banjarbaru mengawali sambutannya, disambut dengan salam yang sama dari ratusan mahasiswa. Selanjutnya Tjuk mengingatkan kembali fondasi awal ilmu kehutanan yang harus dikuasai oleh mahasiswa, sehingga dapat memahami prakteknya di lapangan.

“Kami berterimakasih atas sambutan hangat dari BP2LHK Banjarbaru, saya harapkan semua mahasiswa memanfaatkan kuliah lapang ini untuk mempraktekkan ilmu yang sudah didapatkan”, ujar Dr. Emy Winarni selaku perwakilan Dosen Mata Kuliah.

Untuk mata kuliah perlindungan hutan para mahasiswa melakukan praktek pengendalian kebakaran hutan. Eko Priyanto,S.Hut dan Dian Cahyo Buwono, teknisi litkayasa BP2LHK Banjarbaru menunjukkan  kepada para mahasiswa penggunaan alat pemadaman kebakaran hutan, diantaranya pompa gendong, stick jarum dan teknik-teknik pengendalian kebakaran hutan di lapangan.

Fajar Lestari, S.Hut, peneliti BP2LHK Banjarbaru dan Edi Suryanto Teknisi BP2LHK Banjarbaru membimbing para mahasiswa mengamati dan  mengidentifikasi jenis kerusakan akibat hama/ penyakit pada tanaman di persemaian untuk mata kuliah hama penyakit hutan.  Dari semua mahasiswa yang hadir dibagi empat kelompok yang dibedakan berdasarkan jenis tanaman yang diamati, 1. Tanaman  belangeran (Shorea balangeran)  2. Alaban (Vitex pubescens) 3. Gaharu  (Aquilaria malaccensis) 4. Mersawa (Anisoptera marginata).   “Setiap kelompok mengisi thally sheet untuk mendeskripisikan tanda gejala, kerusakan dan jenis hama/penyakit yg menyerang tanaman”, ujar Fajar .

Untuk mata kuliah teknologi persemaian, dibimbing oleh teknisi dari BP2LHK Banjarbaru yaitu Budi Hermawan dan Arif Susianto. Praktek yang dilakukan adalah membuat stek pucuk. Para mahasiswa antusias mengikuti tahapan pembuatan stek pucuk.

 

Terakhir sebagaian mahasiswa melakukan praktek   isolasi mikoriza dan isolasi fungi endofit di lab mikrobiologi hutan, yang dibimbing langsung oleh Tri Wira Yuwati, peneliti BP2LHK Banjarbaru bersama teknisi litkayasa Ahmad Ali Musthofa dan Gravi margasetha.

Written by :