BP2LHKBJB 21/05/2018. Tanggal 15 Mei 2018 tim gambut BP2LHK Banjarbaru membantu Afoco (Asean –Korea  Forest corporation)  dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan yang berkerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah dalam pelaksanaan workshop . Workshop dengan tema “ Merancang Restorasi Hutan Rawa Gambut berbasis masyarakat” digelar Afoco untuk menemukan model Hutan Rawa Gambut (HRG) berbasis masyarakat. 65 peserta hadir dari berbagai kalangan diantaranya  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng dan Kab. Pulang Pisau, BPTP Kalteng, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Kalteng, para dekan fakultas kehutanan dan pertanian universitas di Kalteng, TRGD  Kalteng,  WWF, para ketua kelompok tani di Kab. Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya, para mahasiswa fakultas kehutanan dan perwakilan siswa SMA yang menjadi kader gambut.

Dalam laporannya Ir. Agustinus P. Tampubolon, MSc. menyampaikan bahwa kegiatan restorasi HRG dari Afoco telah berjalan 2 tahun dengan kegiatan yang telah  dilakukan diantaranya analisis vegetasi, penanaman, penambatan kanal, pembangunan pondok kerja, pembuatan sumur bor , penyediaan peralatan pemadaman kebakaran hutan, penelitian terkait mikro fauna dan mikroba gambut, selain itu Afoco juga telah menggelar pelatihan untuk masyarakat di sekitar HRG. “ Nah workshop kali ini  adalah kelanjutan dari kegiatan kami di tahun 2018 yaitu menemukan model HRG berbasis masyarakat”, Agustinus menegaskan.

“Kami sangat mendukung kegiatan workshop ini , untuk dapat menyaring ide-ide terkait pengelolaan HRG, apalagi workshop ini dihadiri oleh berbagai kalangan yang berkompeten di bidang HRG”, Ujar Dr. Kirsfianti L. Ginoga , dalam sambutannya  selaku Kepala Puslitbang Hutan. “Selain itu hasil dari workshop ini dapat menjadi penguat untuk terealisirnya rencana pembangunan pusat riset gambut di Kalimantan Tengah, pungkas Kirsfianti.

Ir. Sri Suwanto Kepala Dinas Kehutanan Kalteng dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan workshop ini, yang pastinya akan membantu Dishut Kalteng dalam pengelolaan hutan. “Selamat melaksanakan workshop semoga kegiatan ini berjalan lancar dan dapat dirumuskan rancangan yang tepat dan mudah diaplikasikan untuk pengelolaan HRG berbasis masyarakat” , Ujar Suwanto membuka secara resmi  workshop ini.

Workshop diawali dengan presentasi yang disampaikan 5 narasumber  terkait Hutan Rawa Gambut  yang dipandu oleh Ir. Tjuk Sasmito Hadi, MSc. Paparanp pertama : Ekonomi Restorasi Gambut dan Penguatan Kapasitas Masyarakat oleh Dr. Darmae Nasir, Dosen Universitas Palangka Raya dan Anggota Kelompok Ahli Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia. Kedua Restorasi lahan gambut tropis berbasis masyarakat oleh Dr. Laura Graham- Borneo Orangutan Survival foundation.  Ketiga Prospek Pengembangan Komoditas Pertanian Berbasis Masyarakat Di Lahan Gambut Kalteng oleh Dr. Susilawati BPTP Kalteng. Keempat  Pencegahan Kebakaran Berbasis Masyarakat Pendukung Restorasi Lahan Gambut oleh Dr. Acep Akbar, MP dari BP2LHK Banjarbaru. Kelima Revegetasi Hutan Rawa Gambut Berbasis Masyarakat oleh Dr. Dony Rachmanadi dari BP2LHK Banjarbaru

Diskusi berjalan hangat, hampir semua peserta menyampaikan gagasannya untuk merancang HRG berbasis masyarakat, diskusi ini dipandu langsung oleh Ir. Agustinus P. Tampubolon, MSc selaku Koordinator Project AFOCo.

Sesi  terakhir adalah pembacaan rumusan workshop  disampaikan oleh Dr. Acep Akbar  yang mencakup beberapa poin antara lain : Restorasi dengan pendekatan lansekap dengan menjadikan masyarakat sebagai subjek sehingga restorasi merupakan suatu proses dengan tahapan awal penguatan kapasitas masyarakat, dan tahap selanjutnya memberikan akses pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya gambut secara berkelanjutan kepada masyarakat yang akan meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab pada pengelolaan lahan gambut secara lestari dan peningkatan kesejahteraan masyarakat; Restorasi hutan rawa gambut harus dirancang dalam bentuk yang sederhana dan mudah diimplementasikan tanpa meninggalkan basis ilmu pengetahuan dan pelibatan masyarakat ; Restorasi dan rehabilitasi hutan rawa gambut serta pemanfaatan kawasan hutan rawa gambut harus dilihat secara komprehensif tentang manfaat yang disediakan ekosistem ini. Pendekatan Total Economic Value suatu keniscayaan yang dapat mengakomodir berbagai manfaat ekosistem agar selaras dengan kepentingan para pihak ; Rancangan restorasi harus dilihat dari dua prinsip yaitu tepat waktu dan tepat tempat atau lokasi sehingga permasalahan yang muncul dari ketidaktahuan mengenai batas antara kawasan budidaya dan kawasan lindung dari para pihak/ stakeholder agar tercapai sinergi dari peran masing-masing pihak dengan tujuan yang sama yakni untuk kesejahteraan masyarakat

Written by :