Tim Pelaksana  : M.A. Qirom, Sudin Panjaitan, Adnan Ardhana, Supriyadi, Arif Susianto, M. Effendy,  Dian Cahyo Buwono

ABSTRAK

 

Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Hulu Sungai Selatan telah ditetapkan menjadi suatu KPH Model sejak tahun 2012.Namun demikian, pengelolaanya belum dapat dilaksanakan secara efektif.Penelitian ini bertujuan menyusun strategi pengelolaan dan pengusahaan KPHL Hulu Sungai Selatan berbasis karakteristik ekosistem berdasarkan potensi sumber daya yang ada.Strategi pengelolaan KPH harus berdasarkan pada potensi yang ada seperti potensi komoditas unggulan, ekowisata, dan Hasil Hutan Bukan Kayu seperti Bambu.Hasil penelitian menunjukkan terdapat komoditas unggulan yang dapat dikembangkan seperti kacang tanah, padi ladang, ubi kayu, karet, dan kemiri.Potensi ekowisata yang potensial dikembangkan yakni potensi wisata alam.Potensi ekowisata tersebut berupa pemandangan, wisata air, dan pegunungan.Sedangkan potensi Hasil Hutan Bukan Kayu yang potensial yakni Bambu.Namun demikian, pemanfaatan bambu masih sangat terbatas berupa reeng sehingga diversifikasi produk bambu harus dilakukan.Fasilitasi tersebut berupa penyediaan teknologi dan pasar dari produk-produk yang dihasilkan.

Written by :