Sejumlah peneliti dan teknisi BP2LHK Banjarbaru, Kamis, 19 Juli 2018, mengikuti Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Banjarbaru. Acara digelar di Hotel Roditha Banjarbaru dengan tema “Pesan Teknologi dan Inovasi Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Global”. Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi Industri merupakan seminar yang dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana komunikasi dan wadah bertemunya peneliti, akademisi, pemerintah, dan bisnis dalam upaya pengembangan teknologi dan inovasi industri berbasis sumberdaya alam lokal sehingga tercipta industri yang berdaya saing tingggi di tingkat global.

Adnan Ardhana, S.Sos, Peneliti Pertama  , menjadi presenter  sebagai  salah satu perwakilan dari  BP2LHK Banjarbaru.  Dalam makalahnya yang berjudul “Pola Pemanfaatan dan Pola Hubungan Patron-Klien Masyarakat dalam Pengusahaan Kulit Gemor (Studi Kasus di Desa Kereng Bangkirai, Kalimantan Tengah)” , Adnan menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan dalam pengusahaan gemor masih sederhana dengan sistem tebang pilih. Modal usaha petani yang didapatkan dari pengepul akhirnya memunculkan  sistem patron-klien dalam pengusahaan gemor. Dalam sistem ini pengepul gemor bertindak sebagai patron. Sedangkan pencari gemor yang menjadi klien adalah mereka yang menjalankan usaha dengan mengambil modal kepada pengepul. Dengan demikian sistem patron-klien dalam pengusahaan gemor dapat dikatakan sebagai salah satu strategi yang ditempuh untuk menjaga keberlangsungan usaha kulit gemor oleh masyarakat. 

“ Maka disini perlunya peran serta pemerintah daerah untuk melakukan rekayasa kelembagaan pemanfaatan kulit kayu gemor untuk mengatasi keterbatasan modal dari para pencari gemor, kata Adnan. “Selain itu juga diperlukan upaya domestifikasi tumbuhan Gemor melalui kegiatan budidaya mengigngat semakin terbatasnya keberadaan tumbuhan gemor di alam, pungkas Adnan mengakhiri presentasinya.

Pengolahan Tepung Sagu di Desa Pamakuan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan adalah makalah yang di sampaikan Reny Setyo Wahyuningtyas, S.Hut, MSc, Peneliti Muda yang juga menjadi presenter dalam seminar nasional ini.  Reny menyampaikan bahwa Rumbia atau sagu (Metroxylon sagu Rottb.) merupakan jenis tanaman lahan basah yang memiliki banyak kegunaan dan mudah tumbuh tanpa pemeliharaan yang rumit. Jenis ini banyak  ditemukan di sepanjang aliran sungai di Propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, salah satunya di sepanjang aliran Sungai Martapura.

“Proses pembuatan sagu sangat sedikit menghasilkan limbah yang tidak dimanfaatkan sehingga rumbia atau pohon sagu merupakan jenis lahan basah yang multiguna”, kata Reny dalam paparannya.

 

 

Reny menerangkan,  penelitian ini adalah rangkaian upaya pengembangan sagu sebagai salah satu komoditas yang akan dikembangkan di lahan gambut.  Penelitian dimulai dari teknik budidaya, pemanfaatan, pengolahan sagu sampai pemasarannya, jawab Reny ketika ditanya terkait latar belakang penelitiannya.

 

Sebagai informasi  Seminar ini  dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, H. Mahyuni, S. Pd, MT.  dan  menghadirkan 2 (dua) orang Keynote Speaker, yaitu Prof. Enos Tangke Arung, PhD (Guru Besar Fakultas Kehutanan, Univ. Mulawarman) dengan judul makalah “Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu di Kalimantan Timur sebagai Bahan Baku Industri Obat dan Kosmetik”,  dan Ayus Dodi Kirana, S. P (Praktisi dan pelaku usaha industri wood pellet), dengan judul makalah “Biomass Pellet”.

Seminar yang berlangsung dari pukul 09.00 – 17.00 wita ini dihadiri sekitar 150 orang peserta, 43 makalah presentasi oral, dan 15 makalah presentasi poster. Peserta yang hadir berasal dari berbagai instansi antara lain Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Fakultas Perikanan ULM, FMIPA ULM, Fakultas Pertanian ULM, FMIPA Universitas Palangkaraya (UNPAR), Fakultas Pertanian UNPAR, Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus, BP2LHK Kupang, Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (UNMUL), Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (UNHAS), Ilmu dan Teknologi Pangan UNHAS, Fakultas Teknik UNHAS, Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, Institut Teknologi Sepuluh November, Politeknik STMI Jakarta, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan KLHK, BP2LHK Banjarbaru, dan juga Balai Riset Standardisasi Industri Banjarbaru.

Written by :