BP2LHKBJB (Banjarbaru, 27/07/2018). Junaidah, S.Hut MSc, Peneliti Muda Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru meraih penghargaan poster terfavorit, pada Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi Tahun 2018. Berjudul “Pemanfaatan Purun Bahan Baku Kerajinan Anyaman”, poster ini menjadi poster favorit pilihan peserta diantara 15 makalah poster yang disajikan dalam seminar tersebut. Poster tersebut didesign oleh Hendra Ambo Basiang, S.Hut, Teknisi Litkayasa BP2LHK Banjarbaru yang memiliki keahlian dalam mendesign poster yang informatif.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Balai Riset dan Standardisasi Industri Banjarbaru selaku penyelenggara.  Acara berlangsung di Hotel Roditha Banjarbaru pada hari  Kamis, 19 Juli 2018 lalu.

“Ada beberapa jenis purun, antara lain : purun tikus  (Eleocharis dulcis) dan purun danau  (Lepironia articulata  Retz.). Dibandingkan purun tikus, purun danau paling banyak digunakan sebagai bahan baku anyaman karena lebih kuat dan tidak mudah putus”, ungkap Junaidah ketika ditanya para peserta yang tertarik dengan tampilan posternya.

“Setelah purun di panen, dibersihkan  akarnya, dijemur, dan diseleksi, purun ditumbuk   dan diberi warna. Purun yang sudah berbentuk lembaran sudah siap dianyam dan  bisa ditambah dengan berbagai aksesori agar lebih menarik dan elegan.  Produk yang dihasilkan antara lain : tikar, topi, keranjang, tas, bakul, dan lain-lain”. Terang Junaidah mengenai tahapan pembuatan kerajinan purun yang jelas terlihat prosesnya dalam poster yang disajikan.

“Penelitian ini adalah rangkaian upaya pengembangan purun sebagai salah satu komoditas yang akan dikembangkan di lahan gambut untuk mendukung upaya pemulihan lahan gambut terdegradasi. Penelitian dimulai dari teknik budidaya, pemanfaatan, pengolahan purun sampai pemasarannya”, jawab Junaidah ketika ditanya keterkaitannya dengan sektor kehutanan.

Written by :