(Analysis of Main Commodity in Hulu Sungai Selatan Protected Forest Management

Unit Model)

Abstrak (Indonesia)

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komoditas unggulan apa saja yang dapat dikembangkan di tiga kecamatan dalam kawasan KPHL Model Hulu Sungai Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Desember

2016 di kecamatan Loksado, kecamatan Padang Batung dan Kecamatan Telaga Langsat,Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa runtun waktu (time series) yang meliputi jumlah produksi pada komoditas  sub sektor pangan dan palawija, sayuran, perkebunan dan kehutanan  selama periode 2011-2015 yang berasal dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA). Berdasarkan hasil analisis LQ dan SSA, komoditas sub sektor tanaman pangan dan palawija yang menjadi komoditas unggulan kecamatan dalam kawasan KPHL Hulu Sungai Selatan adalah kacang tanah di kecamatan Loksado, ubi kayu dan padi ladang di kecamatan Padang Batung. Untuk sub sektor tanaman sayuran, tidak ditemukan komoditas sayuran unggulan karena hanya memiliki keunggulan komparatif atau keunggulan kompetitif saja. Untuk komoditas tanaman perkebunan dan kehutanan, komoditas unggulan di   kecamatan Loksado   adalah tanaman karet dan kemiri, sedangkan untuk kecamatan Padang Batung adalah tanaman karet.

                                                

Kata Kunci : KPHL Hulu Sungai Selatan; komoditas unggulan; analisis LQ dan SSA 

Abstract (English)

The objective of the research is to identify which main commodity crops can be developed in three sub- districts, within KPHL Model Hulu Sungai Selatan. The research was carried out during July to December 2016 in three sub-districts, namely: Loksado; Padang Batung; and Telaga Langsat, located within Hulu Sungai Selatan, South Kalimantan. Primary data and secondary data were collected during this research. Secondary data, in the form of time series which includes forest product and horticultural commodities data (food crops, palawija crops, vegetables) during the period of 2011-2015, which refer from Statistics Indonesia (Central Bureau of Statistic). Location Quotient (LQ) and Shif Share Analysis (SSA) method were used to analyze the collected data during this research. The result showed that food crops commodity and food crops sub-sector which become the main commodities of sub-districts within Hulu Sungai Selatan KPHL were peanuts in Loksado sub-district, cassava and paddy in Padang Batung sub-district. For the vegetable sub-sector, there was no main vegetable commodity because it only comparative or competitive advantage. For plantation and forestry commodities, the main commodities in Loksado sub-district were rubber and candlenuts, while for Padang Batung sub-district was rubber plant.

 

Kata Kunci: Protected Forest Management Unit (KPHL) Hulu Sungai Selatan; main commodities, LQ and SSA analysis.

 

Media Publikasi :

Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol. 14 No.2, 2017

Penulis :

Adnan Ardhana dan Muhammad Abdul Qirom